BINGKISAN: Para tokoh NU mendapatkan bingkisan dari NUsantaramart  merupakan usaha modern milik NU (duta.co/M. Isnan)  

KEDIRI | duta.co -Dalam Musyawarah Kerja Cabang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (Muskercab PCNU) Kabupaten Kediri periode 2018 – 2023, Ketua terpilih, KH Muhammad Ma’mun menekankan tiga hal pokok dalam program kerjanya. Yaitu penguatan aqidah, pengayaan ilmu dan kemandirian ekonomi.

“Nah untuk itu, tema yang kita angkat pada acara ini Merajut Ukhuwah Mengoptimalkan Khidmah Menuju NU Mandiri Demi Kejayaan NKRI. Artinya, kita semua harus kuat dan kompak,” terang Gus Ma’mun, sapaan akrab Ketua PCNU Kabupaten Kediri.

Sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia, pihaknya yakin jika NU berdiri tegak secara mandiri, akan memberi dampak yang positif pula kepada bangsa. Sebab, NU disadarinya berdiri di atas tanah dan dibesarkan oleh Bangsa Indonesia.

“Kita harus benar-benar mandiri, baik secara individu maupun secara keorganisasian. Namun kami sadar bahwa apa yang menjadi visi dan misi ini masih sebagai kemauan. Semoga nanti dalam pelaksanaannya dapat terwujud atas izin Allah Swt,” jelas Ketua PCNU Kabupaten Kediri.

Usai acara seremonial pelantikan, para peserta kemudian melakukan musyawarah kerja. Prakteknya, mereka dibagi menjadi 7 komisi untuk membahas program akan dilaksanakan 38 pengurus yang baru dilantik, untuk menjalankan amanah dan mengabdi untuk NU.

Selanjutnya tokoh NU Jawa Timur, KH Anwar Iskandar, melihat bahwa di dalam tubuh NU memiliki dua prinsip yang harus tetap dijaga.

“Menjaga negara dan menjaga ahlu sunnah,” jelas pengasuh Ponpes Al Amin Ngasinan Kota Kediri itu. Ia berpesan kepada pengurus yang baru saja dilantik ini untuk tetap berjuang membangun kesadaran dan kemandirian umat.

“Oleh karena itu, maka tidak boleh berhenti kaderisasi di tubuh NU itu. Ini menjadi kekuatan baru yang harus tetap membangun umat sadar atas nila-nilai kebangsaan dan Islam moderat,” pungkas Kiai Anwar. (ian/nng)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry