Endah Tri Wahyuningtyas, SE., MA – Kepala Prodi Akuntasi Fakultas Ekonomi Bisnis

Senin 26 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi Masyarakat Indonesia, di mana Presiden Joko Widodo mengumumkan ibu Kota Negara Indonesia akan dipindah di Kalimantan Timur.

Yang lebih tepatnya di daerah Penajam Paser Utama serta sebagian di Kutai Karta Negara. Pengumuman kemarin mematahkan beberapa spekulasi tentang letak ibukota Negara yang menurut kebarnya selema ini di daerah Kalimantan tegah atau Palangkaraya.

Jakarta merupakan kota bisnis atau  jasa serta disitu juga terdapat ibu kota Negara kita yaitu Jakarta. Tak heran jika Jakarta menjadi jujukan oleh semua masyarakat untuk mengadu nasib.

Karena Jakarta memiliki posisi hampir 35 persen perekonomian dari seluruh Indonesia dengan luas wilayah daratan 661,52KM2 tak heran bila Jakarta dijuluki sebagai kota termacet di Indonesia bahkan se Asia Tenggara.

Harapan baru masyarakat Indonesia tentang rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan Timur dipandang suatu hal tepat.

Di mana kota Jakarta sudah mendekati titik jenuh dengan jumlah penduduk yang tinggi serta luang wilayah Jakarta yang sempit sehingga sangat sulit untuk dikembangkan lagi mengingat lahan yang ada sifatnya terbatas serta buruknya tata kota dan  perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Berpindahnya Ibukota Negara Indonesia ke Kalimantan akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur dikawasan Indonesia tengah maupun Timur.

 Selain itu juga memacu bertambahnya perputaran uang yang meliputi Pembangunan Gedung, Infratrustur serta perumahan yang akan membawa keuntungan bagi masyarakat sekitar. Di Kutai Karta Negara terdapat pelabuhan besar.

Pelabuhan merupakan urat nadi perekonomian suatu Negara sehingga mempermudah arus barang untuk dapat mendukung rencana pembangunan ibu kota Negara. Dampak ekonomi dan infrastruktur di Kalimantan Timur akan sangat pesat pertumbuhannya.

Upaya memindahkan ibu kota Negara di Kalimantan Timur merupakan upaya pemerataan pembangunan terutama di Indonesia tengah maupun Indonesia Timur.

 Hal  ini dikarenakan selama ini pertumbuhan perekonomian hanya difokuskan di Pulau Jawa saja. Hal  ini dapat tercermin dari tingkat kredit serta uang yang beredar hampir 50 persen berada di wilayah Jawa.

Biaya perpindahan ibu kota Negara pun telah diperkirakan mencapai  sebesar 400 triliun rupiah. Dimana biaya tersebut merupakan biaya yang tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan kerugian yang ditanggung akibat kemacetan Jakarta yang masyarakat harus tanggung lewat pemborosan BBM.

Semoga rencana perpindahan ibu kota negara Indonesia membawa dampak positif di bidang perekonomian dan peningkatan infrastruktur diseluruh daerah yang berada di wilayah Kalimantan Timur dan juga membawa dampak positif juga di masyarakat ibu kota Jakarta. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry