“Mana kepribadian kita? Lalu, apa yang dikerjakan pemerintah selama ini? TNI-Polri kemana?  Pancasila ada di mana?  Bukankah negeri ini mayoritas NU dan Muhammadiyah?  Ke mana mereka? Apa semuanya tidak bekerja atau gagal total begitu?”

Oleh: Ahmad Muzzammil*

MEMBACA dan mengenali tantangan itu sangat bagus, asalkan tidak kebablasan menjadikannya sebagai ‘hantu’ yang membuat kita paranoid dan kehilangan kepercayaan diri.

Sekarang ini, pihak sebelah membaca ancaman dari kiri, yaitu bangkitnya kembali komunisme yang di Indonesia pernah menjelma menjadi PKI, partai terlarang ini sangat sadis dan mematikan.

Pihak sebelahnya, lain lagi, membaca tantangan aliran Islam garis keras bin radikal bin fundamentalis bin teroris, dst. Kata-kata di Arab-kan, di Timur Tengah-kan dan yang paling mutakhir,  di Suriah-kan, lengkap dengan foto-foto perang, pembunuhan sadis dan gedung-gedung yang hancur berantakan.

Kaloau kemungkinannya ada dua itu,  lalu, pertanyaannya: Diri kita sendiri, ada di mana? Apakah kita ini selemah itu, sehingga untuk berkata menjadi diri sendiri saja, tidak bisa.

Mana kepribadian kita? Lalu, apa yang dikerjakan pemerintah selama ini? TNI-Polri kemana?  Pancasila ada di mana?  Bukankah negeri ini mayoritas NU dan Muhammadiyah?  Ke mana mereka? Apa semuanya tidak bekerja atau gagal total begitu?

MBok yo,  ojok ngono (Jangan begitulah red.). Ngono yo ngono, tapi ojo ngono. Kalo ingin menang Pilpres silahkan. Pingin jadi lagi ya silahkan. Tapi jangan tebar ancaman dan menghilangkan kepercayaan diri sebagai bangsa.

Katakan-lah, siapa pun presidennya, kita tetap Indonesia. Kita percaya itu!

*Ahmad Muzzammil adalah alumni (angkatan pertama) Ma’had Aly Salafiyah-Syafi’iyah Situbondo.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.