SURABAYA | duta.co -Yayasan Khadijah Surabaya menggelar halal bihalal, Senin (30/3/2026). Seluruh guru, karyawan dari beberapa cabang sekolah Khadijah di Surabaya hadir di Aula Sekolah Khadijah Ahmad Yani.

Kegiatan tahunan di Bulan Syawal itu juga mengundang KH Dr Syukron Jazilan. Dalam ceramah agamanya, Kiai Syukron mengajak orang Islam untuk menjadi umat yang selalu bersyukur.

“Karena tidak semua orang diberi hidayah seperti kita, diberi iman seperti kita. Bersyukur jadi orang Islam yang tinggal di Indonesia. Coba kalau tinggal di Iran, di Palestina, apa yang tidak khawatir terus menerus,” jelas dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu.

Menjadi orang Islam di Indonesia, kata Kiai Syukron, harus disyukuri. Karena Indonesia memiliki banyak kearifan lokal yang tidak dimiliki bangsa lain. “Coba pikir ada tidak halal bihalal di negara lain? Tidak ada,” ungkapnya.

Dengan banyak kearifan lokal yang dimiliki, harusnya semua umat saling menghargai. Perbedaan sudah menjadi bagian dari Bangsa Indonesia, beda agama, suku, ras, budaya, bahasa dan sebagainya.

“Jadilah orang yang berakal. Berakal itu ada tiga, berakal tinggi, berakal sedangdan berakal rendah. Manusia yang berakal rendah selalu membahas kejelekan orang. Yang berakal sedang, yang sudah memikirkan lembaga, institusi yang dinaungi bisa  jauh lebih besar. Sedangkan yang berakal tinggi, tidak hanya memikirkan orang lain namun bagaimana agama yang  diyakini bisa memberikan rahmad bagi sesama,” jelasnya.

Ketua I Yayasan Khadijah, Abdullah Sani  mengatakan bersyukur bisa menggelar halal bihalal yang diikuti semua guru dari lima lokasi Sekolah Khadijah.

“Esensinya adalah ini rasa syukur karena kita bisa melalui tahapan-tahapan ibadah, mulai berpuasa Ramadan hingga lebaran. Juga kita bisa saling memaafkan atas semua salah dan khilaf,” ungkapnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry