HAFIZ TERTUA: Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, usai disematkan sebagai hafiz Quran tertua dengan usia 60 tahun.

Wisuda Hafiz Quran di PP Madrasatul Quran Tebuireng 

HAFIZ TERTUA: Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, usai disematkan sebagai hafiz Quran tertua dengan usia 60 tahun.

Dalam barisan berseragam batik biru, seorang yang sudah tidak muda lagi, duduk bersama jajaran santri lain, menunggu namanya dipanggil. Kalau tak tahu, orang akan mengira dia adalah walisantri. Begitu namanya dipanggil sebagai wisudawan hafiz Quran, hadirin bertepuk tangan haru.

ADALAH Sersan Mayor (Purn) Masrukhin, pria yang sehari-hari menjaga keamanan Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng. Dia menjadi salah satu wisudawan dalam Wisuda Hafiz XXVIII dan Khotmil Quran Binnadlor XXVI PP Madrasatul Quran Tebuireng, Sabtu (24/12) lalu.

Usia tua tak menghalangi Masrukhin untuk menghafal Alquran. Hal itu yang dibuktikan pada usia enam dekade atau 60 tahun, pensiunan TNI ini berhasil menghafal Alquran 30 juz bil ghoib (hafal tanpa teks). Masrukhin pun menjadi wisudawan tertua dari total 86 wisudawan hafiz.

Prestasi itu bermula tahun 2004 ketika Masrukhin bergabung menjadi salah satu staf security di PP Madrasatul Quran Tebuireng. Atas prestasi itu, secara khusus Masrukhin mendapatkan kado berupa paket umrah dari Pengasuh PPMQ KH Abdul Hadi Yusuf.

Hal itu merupakan apresiasi pihak PPMQ terhadap pengabdian Masrukhin yang selama bertahun-tahun mengabdi di PPMQ sejak pensiun dari TNI. Selain menjaga keamanan dia menyempatakan waktu kosongnya untuk mengaji. Hingga akhirnya tumbuh dalam dada beliau rasa cinta kepada Alquran.

Sampai pada sekitar akhir 2011, Masrukhin memutuskan untuk memulai menghafal Alquran. Baris demi baris, halaman demi halaman, lembar demi lembar, dengan penuh semangat. Setelah hafal kemudian dia setorkan kepada Ustad Amanulloh SPdi dengan telaten.

Setiap setor satu halaman, walau kadang-kadang kurang, perjuangan itu dia jalani dengan sabar. Membagi waktu antara mengabdi menjadi Satpam dan menhafal Alquran, memang diakui Masrukhin kadang-kadang menjadi kendala. Namun dengan tekad kuat dan kebiasaan, akhirnya kendala tersebut dapat teratasi.

Di media sosial, banyak yang memberikan ucapan selamat, mengungkapkan kegaguman, dan mengakui kehebatan Masrukhin. Tak terkecuali Pengasuh Pesantren Tebuireng Dr Ir KH Salahuddin Wahid. Dalam akun twitter @Gus_Sholah, kiai yang akrab disapa Gus Solah itu mengeluarkan pernyataan pujiannya.

“Tadi ada wisuda 80 hafidz Alquran di Tebuireng. Ada yang berusia 60 tahun masih semangat menghafal Alquran. Hebat sekali,” cuitan beliau yang kemudian viral menyebar di media sosial pada Sabtu (24/12) lalu.

Rahasia Menghafal

“Kudu fastaghil gak oleh kosong (harus aktif tidak boleh menganggur),” kata Masrukhin ketika diwawancarai tentang rahasianya menghafal Quran.

Selain itu dia juga berpesan kepada para santri, khususnya para penghafal Alquran untuk segera bangkit dalam menghafal Alquran, tidak putus asa, dan tidak berteman dengan setan (berbuat maksiat). Hal itulah yang membuat kakek penghafal Alquran tersebut dapat menepis pesimistis sebagian orang yang sudah lanjut usia untuk bisa menghafal Alquran.

Rangkaian acara wisuda hafiz Quran di PP Madrasatul Quran Tebuireng dimulai sejak dua hari sebelum hari pelaksanaan. Pada Kamis (22/12) diadakan khotmil (khataman) Quran kubro yang diikuti seluruh wisudawan.  Lalu malam harinya puncak acara khotmil Quran, yang diisi dengan doa bersama dan pesan dari Dr KH A Musta’in Syafi’ie.

Pada Jumat (23/12), 86 wisudawan hafiz dan 360 wisudawan binnadhar (tartil baca Quran) melakukan prosesi gladi bersih. Sempat ada insiden panggung ambrol disebabkan oleh kondisi tanah yang belum keras, tetapi dapat segera diatasi oleh panitia.

Pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB, para asatidz (para ustad) dan para wisudawan berziarah ke makam pendiri Pesantren Tebuireng KH M Hasyim Asy’ari dan makam pendiri Pesantren Madrasatul Quran KH M Yusuf Masyhar.

Karena ada perubahan pada prosesi wisuda kali ini, wali wisudawan diminta bekumpul di Masjid Agung Madrasatul Quran, guna mendapatkan pengarahan. Acara dibuka dengan penampilan grup salawat al Banjari Madrasatul Quran.

Para wisudawan yang berjumlah 446 santri berbaris rapi memasuki area wisuda dengan baju seragam batik biru untuk wisudawan tahfiz dan batik merah untuk wisudawan binnadhar.Sambutan pertama disampaikan pengasuh PPMQ KH Abdul Hadi Yusuf SH atau yang sering disapa dengan Gus Didik. Gus Didik menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan meminta doa agar rencana pembangunan dan pengembangan MQ segera terealisasikan.

Apresiasi serupa juga disampaikan pengasuh Pesantren Tebuireng Gus Solah saat. Gus Solah dalam sambutannya sangat kagum dengan para wisudawan yang telah sukses menghafalkan Alquran. Seperti pada tahun sebelumnya, suawana wisuda selalu diwarnai tangis haru para wisudawan dan orangtua. tio

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan