Syahda Novia, santriwati SMA Swasta AlIzzzah Kota Batu, meraih golden ticket (GT) Universitas Airlangga (Unair). DUTA/endang

SURABAYA  | duta.co – Berapa senangnya Syahda Novia, santriwati SMA Swasta AlIzzzah Kota Batu, bisa meraih golden ticket (GT) Universitas Airlangga (Unair).

Syahda, diumumkan menjadi penerima GT jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Unair, Jumat (27/3/2026) oleh Rektor Prof Muhammad Madyan. Syahda menjadi satu dari tiga penerima GT bisa masuk ke program studi S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran (FK).

“Senang bukan main. Mengingat FK Unair adalah tujuan banyak lulusan SMA, saya menjadi salah satu yang lolos tanpa tes. Alhamdulillah,” katanya usai menerima sertifikat bukti diterima melalui GT.

Syahda bukan sekadar santriwati biasa. Dia adalah rangking eligible 1 di sekolahnya.  Dia juga hafidzoh 30 juz. Peraih perunggu ajang  Thailand International Mathematic Olympiade (TIMO) juga peraih perunggu Airlangga Science Olympiade (ASO).

Dari prestasi itulah, dia berani mengajukan diri sebagai salah satu peraih GT Unair.  Dan dia berhasil lolos. “Sebenarnya keinginan jadi dokter baru muncul kelas XII. Namun dari dulu saya ingin, ilmu apapun yang saya punya harus bermanfaat buat keluarga, orang sekitar dan lingkungan,” jelasnya.

Gadis kelahiran Malang 18 tahun lalu itu, kini semakin serius untuk menjalani pendidikannya. Dia ingin kelak bisa menjadi dokter yang bisa membantu orang banyak.

68 Penerima GT Unair

Syahda menjadi satu dari 68 siswa SMA yang menerima GT Unair. Persaingan ketat ini melibatkan 1.690 sekolah berasal dari berbagai daerah dari seluruh provinsi di Indonesia.

Rektor, Prof Dr Muhammad Madyan, mengatakan antusiasme pendaftar golden ticket tahun ini sangat tinggi. Tercatat sebanyak 3.855 siswa yang mendaftar dan memperebutkan posisi untuk menjadi bagian dari Ksatria Airlangga.

Tingginya pendaftar, sambungnya, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Unair. Untuk menjaga objektivitas dalam penilaian, Unair menerapkan sistem pemetaan berbasis kuadran.

“Kuadran ini menggambarkan kombinasi antara capaian akademik atau yang kita sebut Akademik Excellent dan Prestasi Excellent, sehingga penilaian dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan adil,” ungkapnya.

Prof Madyan menjelaskan bahwa dari keseluruhan pendaftar, setelah melalui proses seleksi awal, terdapat 207 siswa yang masuk dalam Kuadran 1, dan 68 siswa pada Kuadran 2. Data itu menunjukkan bahwa kita memiliki banyak talenta muda yang luar biasa, dengan beragam kekuatan baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Karena itu, proses seleksi selanjutnya menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa kandidat terbaik dapat teridentifikasi secara objektif dan komprehensif,” ujarnya.

Guru Besar FEB Unair itu menunjukkan bahwa kuadran 1 adalah pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik dan non akademik yang sangat bagus. Kemudian, kuadran 2 merupakan pendaftar golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang bagus dan non akademik sangat bagus.

Untuk kuadran 3, merupakan kandidat peserta golden ticket yang mempunyai prestasi akademik yang standar. Terakhir, kuadran 4, merupakan kandidat peserta golden ticket yang memiliki prestasi akademik yang sangat baik, namun prestasi non akademik yang standar.

“Bagi peserta yang masuk di dalam kuadran 2, itulah yang diusulkan untuk mendapatkan golden ticket jalur SNBP,” ujarnya.

Jalur Seleksi Unair

Menurutnya, para kandidat ini sedang diusulkan kepada Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Jakarta. “Kepada The Next Ksatria Airlangga, kami ucapkan semoga sukses dalam mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya di Unair. Dan bagi para anak-anakku yang masih harus berjuang, jangan pernah menyerah untuk meraih apa yang dicita-citakan,” tambahnya.

Ia mengimbau bagi siswa yang belum berkesempatan diterima di jalur ini, untuk tidak berputus asa. Menurutnya, masih banyak jalur untuk masuk ke Unair, seperti jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan Mandiri. Jalur Mandiri pun juga terdapat beberapa skema.

“Di mana pun nantinya kita akan menempuh pendidikan selanjutnya, adalah merupakan skenario terbaik dari Allah SWT, tugas kita hanya jangan pernah berhenti berikhtiar dan berdoa. Jangan berputus asa, karena masih ada banyak jalur untuk masuk ke Universitas Airlangga,” paparnya.

Perlu diketahui, informasi lebih lanjut dapat diakses di laman Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru www.ppmb.unair.ac.id. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry