MALANG | duta.co – Bos Arema Media (Ameg) Group, Imawan Mashuri, berkunjung ke acara Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke 40 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya. Acara tersebut berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Malang selama 3 hari, yakni dari tanggal 29 sampai 31 Maret 2022.

Imawan, sapaan akrabnya, mengatakan, untuk memperoleh pendapatan sebuah media sah-sah saja bersandar kepada Pemerintah. Tetapi, ia mengimbau media untuk tidak ‘melacurkan’ diri, yakni mengikuti apa saja permintaan mitra tersebut.

“Media juga harus jadi mitra pemerintah, mitra dalam hal ini posisinya sebagai kontrol,” ucapnya, Rabu (30/3/2022).

Menurutnya, media harus dapat menghidupi dirinya sendiri, salah satu caranya adalah dengan menjalankan sisi bisnis yang nantinya dapat menopang keberlangsungan media itu sendiri. Sampai saat ini menurutnya media belum menemukan platform yang bisa diyakini sebagai masa depan media.

“Media itu di dalamnya ada bisnisnya, media akan hidup kalau bisnisnya bisa menjadi alternatif yang menghidupkan,” lanjut pria yang juga menjadi Founder JTV ini.

Saat ini, kata dia, televisi masih menjadi yang terkuat karena memegang 64 persen dari belanja iklan di Indonesia yang diprediksi mencapai angka 170 triliun. Namun, menurutnya, kenyataan yang terjadi semenjak covid-19, saat ini banyak media yang bersandar kepada pemerintah.

“Belum menjadi media yang menggerakan bisnisnya dengan para pelaku usaha,” imbuhnya.

Masih kata dia, perlu adanya kolaborasi berbagai macam platform untuk membangun tim kesebelasan, yakni siapa yang bagian menyerang, penjaga gawang, dan siapa yang bagian mencetak gol.

“Mudah-mudahan itu (kolaborasi) jadi sebuah jawaban,” pungkas pria yang juga menjadi pemegang kartu pers pertama di Indonesia bersama 10 orang lainnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry