SURABAYA – Telkomsel terus memperkuat layanan broadband dengan menghadirkan teknologi baru. Setelah menyelesaikan jaringan 4G di seluruh Ibukota Kota dan Kabupaten (IKK) di Jatim dan 98 persen di area 3 Jawa Bali. Kali ini, Telkomsel mengimplementasikan teknologi jaringan 4,5G di Surabaya tepatnya di GraPARI Pemuda Surabaya, bersamaan dengan 10 kota lainnya yang ada di Indonesia. Kini pelanggan dapat merasakan pengalaman menggunakan layanan mobile broadband dengan teknologi tersebut di 9 GraPARI yang ada di Surabaya, Medan, Jakarta, Bandung, Denpasar, Pontianak, Makassar, Manado dan Ambon. Untuk Surabaya, implementasi teknologi 4,5G Telkomsel pertama kali dilakukan hari ini di GraPARI Surabaya, Senin  26 Desember 2016. Executive Vice President Area Jawa Bali Ririn Widaryani, mengatakan bahwa penerapan teknologi 4,5G di Surabaya merupakan tahapan menuju implementasi teknologi 5G di Indonesia. Melalui teknologi 4,5G, Telkomsel kembali menegaskan komitmen untuk menjadi yang terdepan dalam penerapan roadmap teknologi mobile broadband terkini, serta diharapkan akan memberikan pengalaman digital yang berbeda dan baru bagi pelanggan. Ririn menjelaskan bahwa layanan mobile broadband yang lebih cepat dan stabil akan mendukung layanan konten digital dalam beragam format, seperti Ultra High Definition (UHD) Video (4K Videos), Virtual Reality (VR), serta penerapan konsep Internet of Things, yang juga diharapkan dapat mendorong serta menguatkan terwujudnya Smart City di Indonesia. “Terlebih lagi Surabaya sangat konsen dengan pengembangan Smart City. Sangat pas bilamana layanan data tidak saja 4G melainkan sudah harus menjajal 4,5 G,” katanya usai launching di Surabaya kemarin. Ririn menambahkan, jaringan 4,5 di wilayah Jawa Bali baru dikembangkan di Surabaya dan Denpasar. Saat ini, device 4,5G sudah mulai dipasarkan di Indonesia namun masih dalam jumlah terbatas. Untuk itu, Telkomsel akan berusaha mendorong implementasi ekosistem DNA (Device-Network-Application) tumbuh beriringan. Teknologi 4,5G yang diimplementasikan Telkomsel memanfaatkan teknologi Long Term Evolution (LTE) di spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz, yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Penggabungan teknologi tersebut memungkinkan akses data melalui teknologi 4.5G lebih cepat hingga dua kali lipat daripada teknologi 4G, serta latensi yang sangat rendah, kurang dari 10 milidetik. Implementasi teknologi jaringan ini didukung jaringan fiber optic dari  Telkom Indonesia dan bekerja sama dengan mitra penyedia jaringan Huawei. “Soal kapan komersialisasinya, kita menunggu regulasi pemerintah. Pastinya tidak akan lama lagi bisa digunakan secara komersial,” jelasnya. Ririn menjelaskan layanan data 4,5 G melalui implementasi teknologi 4,5G, pelanggan dapat menikmati akses Internet yang jauh lebih cepat, kualitas video berdefinisi tinggi dan bermain game yang lebih baik di smartphone. Teknologi 4,5G juga akan membuka peluang layanan baru seperti NarrowBand IoT (NB-IOT) dan LiTRA untuk mendukung infrastruktur kota yang lebih aman, kehidupan yang lebih pintar, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Sementara itu, Hery SW pengamat telekomunikasi mengatakan hadirnya layanan 4,5 G dipastikan akan disusul dengan device dari sejumlah vendor ponsel branded. Namun demikianb, saat ini harga untuk ponsel 4,5 G masih katagori premium, seiring waktu akan turun harganya bila makin banyak yang menggunakan. “Sepertihalnya ponsel 4G, seiring waktu berjalan harganya makin terjangkau. Tahun depan sudah ada beberapa produk yang merilis 4,5 G,” jelasnya. (imm)

Tinggalkan Balasan