
SURABAYA | duta.co — Sabtu 3 Oktober 2026, bertempat di LP Ma’arif NU Kota Surabaya, sekitar 125 guru Ma’arif NU kelas 6 dari SD atau MI se-Surabaya mengikuti WORKSHOP TKA (Tes Kemampuan Akademik).
Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif NU Surabaya H Moh Cholil Amin MPdI, menegaskan, bahwa guru menanamkan 2 nilai pendidikan yaitu pendidikan dunia dan pendidikan ukhrowi. “Ilmu yang didapat siswa akan berdampak dalam kehidupan dia di dunia (menjadi pintar) dan juga bernilai ukhrowi (ilmu manfaat),” katanya.
Oleh kerena itu, tegasnya, dalam mengajar jangan hanya memikirkan tentang pendapatan (bayaran), sebagai guru hendaknya tertanam dalam dirinya, bahwa, menjadi guru adalah nilai keikhlasan. Kerena dengan keikhlasan ilmu yang diajarkan akan tertancap dalam hatinya.
“Namun apabila seorang guru nilai ikhlasnya hilang maka nilai pendidikan yg diterima oleh anak menjadi lambat. Sebagai seorang guru akan mendapatkan nilai ukhrawi yaitu ilmu yang diajarkan akan menjadi ilmu yang dikerjakan dalam kehidupannya menjadi ilmu yang mengalirkan pahala bagi para guru yang ilmunya telah diamalkan oleh anak muridnya,” tambahnya.
Oleh kerena itu, lanjutnya, guru Ma’arif kita berharapkan, di samping berfikir pendapatan (bayaran) juga berfikir ukhrowi (ikhlas). Di samping berharap dengan workshop ini dapat meningkatkan persiapan guru kelas 6 dalam menghadapi ujian TKA siswa kelas 6 pada tahun 2027 yang akan datang sehingga dapat nilai ujian yang terbaik bagi siswa/i Ma’arif Surabaya.
Workshop TKA diisi dua narasumber. Pertama Dr. HANIEF ASHAR, Dosen Matematika UINSA, juga pengurus LP.MAARIF NU JAWA TIMUR yang membedah soal Numerasi. Kedua Dr Titik Harsiat M.Pd.Dosen UNESA dengan Materi Literasi.
Menurut Dr Hanif bahwa persiapan TKA perlu disiapkan sejak kls 4..sehingga jika persiapan telah dilaksakan sejak kelas 4,maka di kelas 6 tinggal mengingatkan lagi bagi siswa/i kita. Semoga dengan Workshop TKA ini bisa lebih menyiapkan siswa/i Ma’arif Surabaya dalam Ujian TKA tahun 2027 yang akan datang. (rls)



































