PEMBELAJARAN DARING : Siswa baru SMA Khadijah Surabaya antre untuk entry data di tablet sebagai fasilitas pembelajaran dari sekolah. DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – SMA Khadijah Surabaya memberikan tablet bagi 212 siswa barunya. Fasilitas ini sebagai sebuah langkah nyata untuk menghadapi revolusi industri 4.0 selain karena pandemi Covid-19 yang juga memaksa untuk pembelajaran daring.

Pembagian tablet itu mulai dilakukan Senin (6/7/2020). Karena pada Senin (23/7/2020) sudah mulai digunakan untuk proses MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah).

Kepala SMA Khadijah, M Ghofar  mengatakan pemberian tablet itu sebenarnya sudah menjadi target SMA Khadijah sejak tahun lalu. Dan memang akan direalisasikan bagi siswa baru di tahun ajaran 2020/2021. “Kebetulan juga pandemi Covid-19 yang memaksa pembelajaran online,” ujarnya.

Dengan adanya tablet ini, kata Ghofar, diharapkan siswa sudah tidak lagi membawa banyak buku saat proses tatap muka pembelajaran dilakukan. Karena di tablet ini sudah tersedia semua materi pembelajaran hingga referensi buku-buku pelajaran dan bacaan buat siswa.

Juga tablet ini meminimalisir penggunaan kertas baik dalam pembelajaran maupun saat ujian. “Buku-buku sudah ada ebook tidak perlu membeli banyak buku pelajaran.Orang tua juga tidak terlalu banyak mengeluarkan dana membeli buku tulis maupun buku pelajaran. Kecuali buku-buku yang memang dibutuhkan untuk menulis,” jelas Ghofar.

Selain itu tablet yang diberikan sebagai sebuah langkah untuk mengurangi penggunaan handphone saat di kelas. Selama ini pembelajaran online di kelas banyak menggunakan handphone. Dan kebanyakan aplikasi di handphone itu banyak berisi hal-hal yang tidak penting terutama media sosial. Sehingga ketika pembelajaran, siswa lebih memiliki kesempatan untuk membuka aplikasi lain terutama media sosial.

“Ini dalam rangka membentuk budaya bahwa gadget tu untuk sesuatu yg penting. digunakan untuk belajar agar bisa bermanfaat bagi siswa itu sendiri,” tukas Ghofar.

Salah satu orang tua siswa baru, Ratna Novita mengaku senang, anaknya Nabila Safira diberi tablet untuk pembelajaran.  Warga Buduran Sidoarjo ini mengaku tidak salah memilih SMA Khadijah untuk pendidikan lanjutan bagi anak pertamanya.

“Era teknologi tidak bisa dihindari. Semua memang harus menggunakan perangkat teknologi untuk segala bidang termasuk pendidikan. Semoga ini bisa bermanfaat bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

SMA Khadijah sendiri fokus pemberian tablet ini untuk siswa baru. Untuk siswa kelas XI dan XI masih menggunakan perangkat lama yang mereka miliki karena pihak sekolah juga tidak ingin membebani pihak keluarga.  end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry