SURABAYA | duta.co – Memasuki hari keenam (6) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Sebaran Covid-19 tak kunjung melandai, bahkan cenderung terus naik menuju titik puncaknya.

Padahal penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di beberapa provinsi sudah memecahkan rekor yang pernah dicetak pada tahun 2020 lalu.

Sebagai contoh provinsi Jatim, tambahan kasus baru Covid-19 harian sudah menembus angkan 2500-an selama dua hari berturut-turut, yakni pada Rabu (2548 kasus) dan Kamis (2551 kasus) ini. Sehingga pemberlakuan PPKM Darurat seolah belum mampu membendung sebaran penyakit yang kali pertama ditemukan di Wuhan China kurang membuahkan hasil sesuai harapan.

Berdasar laporan media harian Covid-19 asal BNPB, tambahan kasus baru di Jatim sebanyak 2.551 kasus sehingga secara kumulatif menjadi 187.175 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 157.489 orang dinyatakan sudah sembuh dan  13.458 orang meninggal dunia akibat Covid-19, serta 14.937 orang masih dalam perawatan.

“Hari ini tambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2551 kasus. Kemudian 1291 orang dinyatakan sembuh dan 165 orang pasien yang meninggal dunia,” kata jubir satgas kuratif Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Alfarabi, Kamis (8/7/2021).

Sedangkan sehari sebelumnya, Rabu (7/7/2021) tambahan kasus baru di Jatim sebanyak 2548 kasus, 1045 orang dinyatakan sembuh dan 155 orang meninggal dunia. Akibatnya daerah Zona Merah (resiko tinggi) di Jatim meningkat drastis 3 menjadi 20 kabupaten/kota atau separo wilayah Jatim.

Diantara kabupaten/kota yang masuk Zona Merah adalah Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Kota Probolinggo, Lumajang, Kab Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kab Pasuruan, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Lamongan, Nganjuk, Kota Kediri, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi.

“Kabupaten Ngawi paling tinggi tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 346 kasus, disusul Lumajang 154 kasus, Tuban 150 kasus, Bojonegoro 98 kasus, Banyuwangi 88 kasus, Nganjuk 86 kasus, Situbondo 85 kasus, Kota Madiun  85 kasus, Bondowoso 83 kasus, Kab Mojokerto 82 kasus, dan Kab Malang 80 kasus,” beber Jibril.

Ia juga tidak menampik varian Delta Covid-19 sangat ganas penularannya dan masa inkubasinya lebih cepat. Akibatnya jika pasien telat mendapatkan penanganan maka nyawanya sulit diselamatkan.

“Kondisi rumah sakit rujukan juga overload sehingga pelayanan tidak maksimal. Inilah yang menyebabkan angka kematian pasien Covid-19 tinggi di Jatim,” pungkas Jibril. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry