Dari kiri -- Drs H Herman Sani, BBM, Prof Dr Rochmat Wahab, KH Suyuti Thoha, Gus Aam dan KH Luthfi Abdul Hadi. (FT/mky)

SURABAYA | duta.co – Tidak lama lagi, pintu umroh (kembali) dibuka oleh pemerintah Arab Saudi. Jawa Timur, menjadi salah satu daerah ‘gemuk, dengan jamaah terbanyak. Biro Perjalanan Umroh-Haji Global Wisata Idaman (GWI) pun, melihat Jatim sebagai daerah potensial, bukan saja soal wisata religi, tetapi juga wisata regulernya.

“Semangat ibadah haji-umroh ini, menjadi indikator kemakmuran. Kondisi ini harus dibarengi dengan fasilitas, layanan serta bimbingan yang baik dan benar. Dengan begitu, kwalitas hajinya mabrur, umrohnya mabruroh,” demikian disampaikan Drs H Herman Sani, BBM Direktur Utama GWI di depan para pengasuh pondok pesantren Jatim dalam acara Talabul Halal bersama Komite Khitthah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU-26) di Papilio Hotel, Jl. Ahmad Yani No.176-178, Gayungan, Surabaya, Sabtu (12/9/2020).

Hadir dalam acara ini, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd., MA, Prof Dr Ahmad Zahro MA Alhafidz, KH Suyuti Thoha (Banyuwangi), KH Luthfi Abdul Hadi (Malang) dan H Agus Solachul Aam Wahib.

Dalam pengantarnya, Prof Dr H Rochmat, Ketua KKNU-26 mengatakan, dengan menjamurnya Biro Perjalanan Umroh-Haji ada kekhawatiran lemahnya pemahaman fikh haji-umroh. Karena itu, jelasnya, hadirnya GWI ini harus bisa menjadi tonggak awal untuk menekankan kembali betapa pentingnya jamaah memahami fikh haji-umroh secara benar.

“Sekarang ini banyak Biro Perjalanan Umroh-Haji. Yang kami khawatirkan justru melemahnya pemahaman fikh umroh-haji. Kami berharap GWI ini benar-benar memperhatikan itu. Ini bukan sekedar wisata religi, tetapi membangun taqorrub kepada Allah swt. Tentu, dengan fikh ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah. Sehingga pulang dari tanah suci, umrohnya mabruroh,” tegas Prof Rochmat Wahab.

Dan, ternyata, ini pula yang menjadi konsentrasi GWI. Pengalaman puluhan tahun mendampingi jamaah, selain mengedepankan layanan fasilitas terbaik, GWI tidak ingin ada jamaah yang tidak gagal paham tentang syarat rukun ibadah haji-umroh.

“Pak kiai, kami sangat memperhatikan itu. Bahkan sampai soal makanan, ketika mendampingi jamaah yang ingin keliling (wisata) Eropa, kenyamanan beribadah serta kehalalan makanan, menjadi yang utama. Banyak Biro Perjalanan (Travel) iri dengan kami saat berada di Amerika, misalnya, karena jamaah kami mendapatkan makanan halal, walau pun sedikit lebih mahal,” demikian disampaikan staf GWI.

Untuk mengawal jamaah Haji-Umroh Jatim, GWI mengambil kantor pusat di Perum Delta Sari Sidoarjo. GWI juga didukung lembaga keuangan yang siap membackup kesulitan duit jamaah.

Perusahaan yang tergabung dalam banyak asosiasi seperti IATA, ASITA, ASTINDO dan Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) serta perusahaan swasta Internasional ini, telah dilengkapi jaringan supplier domestik dan Internasional.

“Dengan begitu akan memudahkan langkah jamaah untuk beribadah, baik soal maskapai penerbangan, hotel termasuk kebutuhan setiap saatnya. Prinsip kami, mulia, berkah dan sukses bersama jamaah,” demikian Fadli Akbar Sani, ST Direktur Operasional GWI. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry