SIDAK: Gus Ipul saat meninjau lokasi jalan rusak di Manyar bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, kemarin. (Duta.co/Moh Masud)

GRESK | duta.co – Wahana Jeglongan Sewu yang menjadi topik hangat bagi masyarakat Gresik sebagai sindiran jalan Deandles, tepatnya di Jalan Raya Desa Betoyo Kecamatan Manyar  yang rusak parah dan berlubang, membuat Wakil Gubernur (wagub) Saifullah Yusuf (Gus Ipul)  untuk turun langsung ke lapangan.

Setelah meliha realitas diilapangan, Gus Ipul  menuding kinerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) lamban dan tak memiliki sense of crisis karena tidak tanggap terhadap keluhan masyarakat.

Untuk itu, Gus Ipul mendesak jalan Deandles tersebut secepatnya harus segera diperbaiki. Sebab, kondisinya rusak parah dan tidak layak dilewati kendaraan, ditambah lagi membahayakan keselamatan nyawa warga.

“Nanti malam atau besok harus ada alat di sini (Jalan Manyar). Saya tidak mau tahu perbaikan harus dilakukan secepatnya,” pinta Gus Ipul saat meninjau lokasi jalan rusak di Manyar bersama Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan perwakilan BBPJN.

Menurutnya, masyarakat butuh langkah cepat. Sebab, selama ini kerugian yang dialami masyarakat dengan kerusakan jalan, setiap hari cukup besar. Bukan hanya warga, tetapi juga kendaraan yang membawa barang ke pelabuhan. Bahkan, jalan Deandels ini juga sudah viral dijuluki masyarakat sebagai wisata Jeglongan Sewu. Hal itu bisa lihat di berbagai macam media sosial, banyak gambar-gambar yang diunggah warga.

“Masyarakat tidak mau tahu jalan ini tanggung jawab pemerintah daerah, provinsi atau pusat. Mereka tahunya jalan ini diperbaiki saat rusak, tidak dibiarkan seperti ini. Kalau perbaikan tidak dilakukan secepatnya maka BBPJN melakukan pembiaran,” paparnya dengaan nada tnggi.

Gus Ipul menjelaskan, masyarakat harus tahu kalau  pemerintah hadir di dalam situasi seperti ini. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tidak bisa berbuat apa-apa sebab perbaikan jalan nasional ini wilayah pemerintah pusat.

“Makanya jalan ini harus segera diperbaiki jangan sampai menunggu sampai akhir januari, bisa-bisa semakin parah,” ungkapnya.

Kerusakan jalan nasional ini, kata Gus Ipul,  selain lamban penanganannya juga diakibatkan adanya proyek pemasangan pipa gas PGN. Maka, Bupati  Sambari Halim Radianto diminta meninjau ulang proyek tersebut. “Proyek PGN menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan ini, karena setelah memesang pipa gas tidak dilakukan perbaikan ulang dengan cara pengerasan jalan,” tegasnya.

Sedangkan Bupati Sambari mengaku akan melakukan kordinasi dengan PGN untuk membicarakan persoalan kerusakan jalan nasional itu. Karena, akibat kerusakan jalan wilayah Gresik (pantai utara) pantura, setiap hari Pemkab mengalami kerugian sekitar 7 miliar. Belum lagi kerugian yang diakibatkan kecelakaan, dan kondisi ini terjadi sejak November 2016 lalu.

“Kami juga akan melakukan kordinasi dengan pihak PGN untuk membahas masalah perbaikan jalan ini. Namun yang lebih utama Pemkab Gresik meminta kepada BBPJN untuk segera bertindak,”katanya.

Sedaangkan, Kabid Pembangunan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Ahmad Subki mengatakan,  jalan yang rusak sekitar 35 kilometer hanya 7 kilometer kondisinya parah dan diperkirakan menekan biaya Rp 50 miliar.

“Kontruksi jalan 7 kilometer itu tidak semuanya bisa dilakukan dalam jangka waktu Januari-Februari 2017 ini, karena masih ada proses lelang. Paling tidak dua bulan kedepan,” katanya. mas/pii

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan