SURABAYA I duta.co – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menerima apresiasi sebagai Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 dari Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyin (FJN). Penghargaan tersebut diberikan kepada 22 tokoh muda Nahdliyin yang dinilai memiliki kiprah di berbagai bidang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Penyerahan apresiasi kepada Mohammad Ghofirin berlangsung dalam kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (27/10/2026). Penyerahan tersebut disaksikan para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur yang hadir dalam kegiatan itu.

Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, menjelaskan bahwa penerima apresiasi berasal dari kalangan Nahdliyin yang berkiprah di berbagai bidang. Mereka merupakan generasi muda yang diharapkan mampu berkontribusi dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) memasuki abad kedua.

“Semuanya dari kalangan NU dan masuk kategori pemuda. Mereka ini adalah wajah NU di Abad ke-2,” ujar Diday, sapaan karibnya, dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Apresiasi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif merupakan agenda tahunan FJN yang pada 2026 memasuki penyelenggaraan ketujuh. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kiprah generasi muda Nahdliyin dalam memberikan kontribusi di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Bagi Mohammad Ghofirin, apresiasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus memperkuat pengabdian melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebagai Ketua BAZNAS Jatim, ia mengemban tanggung jawab untuk mengoptimalkan potensi ZIS agar manfaatnya semakin luas, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, apresiasi ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Bagi saya, pengabdian bukan tentang penghargaan, melainkan bagaimana kehadiran kita bisa memberikan dampak nyata bagi umat,” ujar Mohammad Ghofirin atau Gus Ghofirin.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BAZNAS Jatim dalam menjalankan pengelolaan zakat secara amanah, transparan, dan profesional. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS Jatim berupaya membantu mustahik meningkatkan kesejahteraan, membangun kemandirian ekonomi, serta membuka peluang bagi mereka untuk bertransformasi menjadi muzakki.

Upaya itu diwujudkan melalui sembilan program prioritas Nawa Pradana periode 2026–2031. Kesembilan program tersebut meliputi BAZNAS Jatim Peduli, BAZNAS Jatim Cerdas, BAZNAS Jatim Sehat, BAZNAS Jatim Sejahtera, BAZNAS Jatim Lestari, BAZNAS Jatim Tangguh, BAZNAS Jatim Amanah, BAZNAS Jatim Inklusif, dan BAZNAS Jatim Sinergi.

Berlandaskan semangat “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat”, program-program tersebut dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan masyarakat. Cakupannya meliputi bidang kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga dakwah dan advokasi.

Melalui program-program tersebut, BAZNAS Jatim berupaya menjadikan zakat tidak sekadar instrumen bantuan sosial, tetapi juga sarana pemberdayaan yang mendorong kemandirian masyarakat. Dengan demikian, penerima manfaat diharapkan tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Apresiasi yang diterima Mohammad Ghofirin diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian dan komitmen dalam mengoptimalkan pengelolaan ZIS. BAZNAS Jatim juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program dan memastikan potensi zakat dapat dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan dan kemandirian umat.(zi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry