
JOMBANG | duta.co – Ribuan warga Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Jogoroto tumplek blek dalam kegiatan rutin Seloso Pon yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jogoroto. Kali ini, Ranting NU Mayangan menjadi tuan rumah, dengan Masjid Baitul Muttaqin Dusun Mayangan sebagai pusat kegiatan, Selasa (2/12/2025).
Sejak pagi, aliran jamaah dari berbagai ranting sudah memenuhi halaman masjid. Suasana hangat, guyub, dan khas tradisi jam’iyah NU tampak begitu kuat. Kegiatan ibadah, silaturahmi, hingga penguatan struktur organisasi terjalin dalam satu rangkaian acara yang berjalan khidmat.
Ketua Ranting NU Mayangan, M. Agus Salim, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya agenda bulanan tersebut. Ia mengapresiasi kekompakan warga NU Mayangan sebagai tuan rumah yang sigap dan terbuka menyambut keluarga besar jam’iyah.

Sementara itu, Ketua MWCNU Jogoroto, H. Sholihun, SH, turut menegaskan pentingnya menjaga semangat pengabdian para pengurus di semua tingkatan.
“Seluruh jajaran MWCNU, PRNU, lembaga, dan banom agar tetap istiqamah berkhidmat serta menjalankan program yang telah direncanakan,” pesannya.
Momentum mauidhotul hasanah menjadi titik perhatian jamaah. KH. Rohmatul Akbar, Bendahara PCNU Jombang yang akrab disapa Gus Bang, mengajak warga NU untuk tidak terpengaruh oleh dinamika di tingkat pusat.
“Warga NU Jombang harus tetap tenang dan fokus berkhidmat. Kita doakan bersama agar situasi di PBNU segera membaik,” ujarnya menyejukkan.
Selain rangkaian rutin Seloso Pon, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan pengurus perwakilan lembaga MWCNU Jogoroto. Mereka dibaiat langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH. Ahmad Hasan, sebagai bentuk penguatan struktur dan kesiapan khidmat organisasi di tingkat kecamatan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Abdul Karim Elmuna, memohon keberkahan, kelancaran program jam’iyah, serta kemaslahatan untuk Nahdlatul Ulama dan umat Islam.
Melalui kegiatan ini, MWCNU Jogoroto berharap semangat solidaritas, kekompakan, dan istiqamah warga NU semakin kokoh. Bahwa khidmat kepada jam’iyah bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (din)





































