Gus Andi saat menyapa pasien pengobatan gratis di Putat Jaya Surabaya. Duta/Azis

SURABAYA | duta.co – Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) Andi Budi Sulistijanto memandang, dari hasil blusukan di pelosok Sidoarjo dan sudut-sudut kota Surabaya ditemukan bahwa masyarakat memerlukan tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan secara gratis. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah.

Karena itu, Caleg Partai Golkar nomor urut dua ini bertekad akan menghadirkan pengobatan gratis di tengah-tengah masyarakat. Program prioritas ini akan menyasar seluruh lapisan masyarakat Surabaya dan Sidoarjo yang memerlukan tempat pengobatan gratis.

Tak tanggung-tangung, tokoh muda asli Surabaya ini akan mengadakan pengobatan gratis di 1000 titik yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya dan Sidoarjo. “Jika saya duduk di senayan (gedung DPR RI) akan mengadakan pengobatan gratis rutin di 1000 titik. Ini program utama, jadi ini bagian dari kita ngontrol titik-titik yang saya perjuangkan selama ini,” ujar Gus Andi, sapaan akrabnya, saat di temui di Putat Jaya, Minggu (10/3/2019).

Staf ahli khusus pimpinan DPR RI 2009-2014 ini mengatakan, program pengobatan gratis ini bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran pengobatan gratis di tengah masyarakat memiliki manfaat yang sangat besar. Sebab, pengobatan gratis bagian dari upaya untuk meringankan beban masyarakat dalam memeriksa dan merawat kesehatan.

“Maupun poisisi dirinya terkait dengan apakah kondisi kesehatannya terperiksakan lebih lanjut atau cukup di tingkat pemeriksaan yang sederhana,” ucap Gus Andi.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini menegaskan, pengobatan gratis ini tentu akan memberikan fasilitas perawatan kesehatan kepada masyarakat. Masyarakat yang perlu memeriksakan gula darah, asam urat, darah tinggi, dan kolesterol akan dilayani. “Tidak terlalu emergency tapi perlu perawatan,” terangnya.

Selama melakukan blusukan beberapa bulan terakhir, personal assistant chairman of ICDX ini sudah menghadirkan pengobatan gratis sebanyak dua kali, pada tanggal 22 Febuari dan 8 maret 2019. Peminat program ini sungguh diluar dugaan. Masyarakat banyak yang datang bahkan stok obat sampai habis.

Pengobatan gratis ini tidak asal terselenggara. Gus Andi memfasilitasi masyarakat dengan tenaga medis yang profesional. Setidaknya ada 15 ahli yang selalu dikerahkan dalam menyediakan pengobatan gratis. Rinciannya, tiga tim dokter, tim medis pemeriksaan laboratorium sebanyak empat orang, tim farmasi terdiri dari tiga orang, dan sisanya tenaga administrasi.

“Ini (pengobatan gratis) paling bermafaat dan membantu meringankan pemerintah di bidang BPJS. Karena kalau selalu di rumah sakit semua beban emergency semakin tinggi,” tukasnya. azi

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry