SURABAYA I duta.co – Banyak cara yang dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan 2021 dan melestarikan budaya nusantara. Salah satunya dengan menggelar even Keris Expo Surabaya seperti yang dilakukan oleh Yayasan Persaudaraan Berbudaya Indonesia, Paguyuban Condro Adji, dan Dewan Kesenian Surabaya.

Acara ini digelar mulai mulai tanggal 10-14 Nopember di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Hadir dalam penutupan yang digelar Minggu (14/11) malam adalah Pembina Yayasan Persaudaraan Berbudaya Indonesia Andi Budi Sulistijanto dan Permaisuri Raja Keraton Surakarta Sinuhun Pakubuwono XIII yaitu GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Pakubuwono.

Dalam penutupan Andi Budi yang akrab dipanggil Gus Andi didampingi GKR Paku Buwono dan Kanjeng Pangeran Aryo Prastowo memberikan kenang-kenangan sebuah Pusaka kepada Bapak Sinarto Kadis Pariwisata Pemprov Jatim yg mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Gus Andi mengatakan, acara ini sengaja dilaksanakan di Balai Pemuda Surabaya karena memiliki nilai historis dan sebagai Kota Pahlawan. Tentu tujuannya untuk melestarikan benda-benda pusaka, khususnya keris, tombak, dan lainnya.

“Baik yang berusia lama maksudnya peninggalan kerajaan seperti kerajaan Majapahit, Singosari, Mataram Islam dan lainnya. Atau keris yang baru dibuat oleh mpu-mpu yang sekarang masih eksis,” ujarnya.

Dalam acara ini, diselenggarakan pameran benda-benda pusaka milik beberapa kolektor. Benda pusaka ini tidak diperjual belikan karena memiliki nilai sejarah yang kuat.  Selain itu juga digelar bursa benda-benda pusaka yang diperjual belikan, sehingga pengunjung bisa membeli jika ada yang cocok.

“Pameran seperti ini sudah berlangsung setiap tahun, nah tahun ini sengaja lebih diekspos ke publik supaya generasi muda bisa belajar dan mencintai sejarah nenek moyang, dengan memiliki berarti juga bisa melestarikan budaya nusantara,” terangnya.

Menurut Gus Andi, benda pusaka merupakan warisan nenek moyang yang ketika dilestarikan, maka para pemuda tidak akan kehilangan pengetahaun. Sebab, dalam benda pusaka mengandung dua unsur sekaligus, keindahan dan kekuatan supranatural.

“Ada keindahan di setiap benda pusaka, juga ada energi yang luar biasa. Dalam sejarah Indonesia, mereka menggunakan benda pusaka sebelum mengenal senjata modern yang didalamnya seperti ada kekuatan luar biasa, sehingga bisa menandingi penjajah,” jelasnya.

Andi Budi menyampaikan terimakasih secara khusus kepada Permaisuri Keraton Surakarta. Panitia merasa bangga dengan kehadiran beliau, karena dapat memberikan dukungan terhadap pelestari benda-benda budaya dan kolektor benda sejarah.

“Harapannya masyarakat makin banyak yang mencintai budaya lokal, sebab keris menjadi warisan budaya nasional yang diakui oleh UNESCO. Semakin banyak yang cinta, maka keris dan benda pusaka akan langgeng. Ke depan Keris Expo bisa digelar di tempat lain,” tandasnya. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry