FT: (kanan ke kiri) Prof Dr Ir Syaad Patmanthara MPd, Prof Ir Arif Afandi ST MT IPM MIA Eng MIEEE PhD, dan Prof Dr Purnomo ST MPd serta Prof Andoko.

MALANG | duta.co – Universitas Negeri Malang (UM) meski di tengah pandemi mengukuhkan empat guru besar sekaligus. Salah satunya Prof Dr Ir Syaad Patmanthara MPd yang berhasil menjadi guru besar Teknologi Pembelajaran Teknik Informatika. Ia mengklaim solusi pembelajaran saat wabah seperti sekarang ini harus mengedepankan Blended Learning yang memberikan pengalaman belajar yang baru serta bermakna bagi siswa.

Menurut Prof Syaad, bahwa pandemi Covid 19 membawa percepatan transformasi yang merubah pembelajaran menjadi daring. Dimana hal tersebut sangat tergantung pada teknologi informasi. Berbagai pembelajaran inovasi lahir guna menyelamatkan siswa dari bahaya inkompeten akibat kondisi darurat berkepanjangan.

“Maka pembelajaran blended yaitu campuran online dan offline yang diikuti pembelajaran berbasis web, game edukasi dan media sosial layak segera diterapkan. Terutama di zona hijau atau kuning,” ungkap Prof Syaad, Rabu (18/11) di Gedung Graha Cakrawala UM.

Kemudian profesor di bidang Teknologi Pembelajaran Teknik Informatika yang kedua di Indonesia ini mencontohkan pembelajaran lewat media sosial. Di mana lewat hal tersebut dapat menanamkan aspek technical dan employability skill. Seperti pada Tik Tok yang ternyata dapat menumbuhkan nilai kolaborasi dalam membangun budaya bekerjasama antar siswa.

Lain pada itu guru besar yang akan dikukuhkan UM, Prof Dr Purnomo ST MPd dari Fakultas Teknik, bidang ilmu pendidikan teknologi dan kejuruan. Ia merupakan guru besar pertama dalam bidang ini. Ia menganalisa permintaan dan ketersediaan guru SMK.

Prof Purnomo meneliti jumlah guru keseluruhan terutama SMK, yang ternyata kekurangan guru produktif sangat kurang. Termasuk kekurangan guru di daerah, sedangkan di kota justru meluber.

Solusi dari permasalahan tersebut yakni dengan menyelenggarakan pelatihan guru produktif di LPTK, maka kajian analisa guru SMK dan ketersediaan di LPTK akan tercukupi.

Dalam kesempatan yang sama, dikukuhkan pula  Prof Andoko yang membedah Fatique Failure yang menjadi penyebab utama kegagalan material pada konstruksi. Intinya yang mendeteksi media Fatigue pada komponen mesin atau benda bergerak.

“Seperti pada alat transportasi, ada tiga, yaitu pendekatan stress life, strain life, dan fracture mechanic. Hal ini untuk menentukan usia komponen pada mesin, hingga semuanya dapat diprediksi semua,”

Sisi positif dari temuan Prof Andoko dari bidang transportasi, yang nanti akan menjadi rujukan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dalam meniliti suatu kecelakaan. Ia pun kemudian mencontohkan kasus rel keretan api yang patah hingga mengakibatkan tergulingnya lokomotif beserta gerbongnya. Rel tersebut diuji laboratorium yang kemudian muncul analisa kegagalan produk supaya tidak terjadi lagi kasus serupa.

Sadangkan Prof Ir Arif Afandi ST MT IPM MIA Eng MIEEE PhD yang mengenalkan temuan konsep Nusantara Power Grid. Merupakan  inovasi pengiriman daya listrik di seluruh pulau di Indonesia. Seperti palapa ring, dan jalur tol laut, maka jalur express kelistrikan semestinya dapat terdistribusikan hingga dapat mensuport seluruh wilayah di Indonesia.

“Melalui konsep Nusantara Power Grid, suatu daerah yang habis atau kekurangan energi  dapat diback up daerah lain. Stok energi dapat terujud. Dengan ini pula integrasi pembangkit energi lain dapat terkonveksi dengan baik,” ungkap Prof Arif.

Menurut guru besar bidang teknik elektro sistem tenaga listrik UM ini, dengan penerapan Nusantara Power Grid, akses energi lebih mudah bagi masyarakat, yang dengan demikian krisis energi listrik akan segera teratasi di negri ini. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry