JAHE INSTAN : Ibu Camat, IBu Lurah dan pengurus PKK Desa Bandar saat mengunjungi Gubug Jahe. Jahe menjadi salah satu komoditas rempah utama di desa Bandar. (duta.co/dok)

PACITAN | duta.co – Melimpahnya saat panen menjadikan harga jahe yang cukup bagus terkadang menjadi turun drastis. Oleh sebab itu, relawan inspirasi desa Bandar, Eny Purwanti mengajak kelompok wanita tani mengolah jahe untuk mengantisipasi ketidakstabilan harga pascapanen, dengan mengolah menjadi produk yang bisa dipasarkan.

Dan Sentra Industri Olahan Jahe Desa Bandar binaan Rumah Zakat mendapat kunjungan istimewa rombongan pembina lomba desa. Yakni Ibu Camat, IBu Lurah dan pengurus PKK Desa Bandar. Jahe menjadi salah satu komoditas rempah utama di desa bandar.

Jahe diolah menjadi berbagai variasi, antara lain serbuk jahe, jahe instan dan inovasi jahe celup yang menjadi andalan karena cukup banyak diminati pasar. Bulan maret ini, Desa Bandar akan mewakili kecamatan Bandar untuk mengikuti lomba desa. Penilaian dilakukan pada tanggal 20.

Dengan pertimbangan kearifan lokal, keunikan dan pembinaan yang berkelanjutan, Produk jahe celup dan olahan jahe dari “Gubug Jahe” binaan rumah Zakat dipercaya untuk menjadi salah satu produk Unggulan Desa Bandar. “Ini cara bikinnya gimana ya?”  ujar Ibu camat.

“Sarinya diambil, ampasnya dimanfaatkan jadi jahe celup bu,” ujar Ibu lurah mencoba memaparkan produk jahe celup.

“Alatnya sebenarnya sederhana, gilingan ini dan alat pres,” tambah mbak sriyanti selaku koordinator usaha gubug jahe.

Dengan dijadikannya sebagai salah satu produk unggulan, harapan kami, produk olahan jahe dari “Gubug Jahe” binaan rumah zakat bisa menjadi produk yang lebih dikenal masyarakat, meningkatkan serapan pasar dan menjadi salah satu (BUMAS) Badan Usaha Milik Masyarakat yang lebih profitable. (imm/zen)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.