MERESMIKAN : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS meresmian Zona Konservasi  Kehati JATIM CETTAR di UB Forest, diiringi dengan pemencetan sirine dan Pelepasliaran burung serta penanaman tanaman langka. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi edukasi yang dilakukan pengelolah UB Forest yang melalui peringatan dini, hutan ini satu-satunya yang tidak terbakar. Padahal dengan kemarau panjang saat ini banyak hutan yang dilanda kebakaran kecil maupun besar.

Hal tersebut disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang bertempat di Universitas Brawijaya (UB) Forest, Karangploso Kabupaten Malang. Ahad (17/11). Menurut Gubernur Jawa Timur (Jatim) ini, berkat edukasi yang dilakukan pengelolah hutan pendidikan ini bahaya kebakaran hutan dapat terhindarkan.

“Dengan melindungi alam sekitar kita dapat menikmati dan mendapatkan keindahan lingkungan. Beberapa kota di Jawa Timur sudah mulai melakukan perlindungan terhadap sumber daya alam dan lingkungan kita terbangun dengan baik. Mari kita saling melindungi, antara alam dan manusia,” ajak Khofifah Indar Parawansa.

Lebih lanjut orang nomer satu di Pemerintahan Propinsi Jatim ini menghimbau pula untuk melestarikan satwa terutama yang hampir punah. Ia pun mencontohkan di Thailand yang menjual berbagai burung langkah secara legal dan bersertifikat. Hal ini bisa dicontoh, para pecinta burung di Indonesia jika ingin mendapatkan Cendrawasih bersertifikat bisa dilayani.  Dengan tidak mengganggu alam dan usaha perkembangbiakan dengan teknologi tertentu sangat memungkin untuk budidaya Kakak Tua Jambul Merah juga misalnya. Demikian pula dengan burung langkah lainnya, tanpa perlu ke luar negeri.

“Kita tidak ingin puspa dan satwa tertentu itu punah, pengembangbiakan mungkin sudah dilakukan Balai Besar konservasi dan Taman Safari. Namun jika bisa dilakukan oleh UB Forest dengan SDM akademisi dan teknologi mengapa tidak. Tentunya disertai regulasi yang mendukung hal itu,” imbuh Khofifah.

Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil  Hanani AR MS menuturkan akan membuka hutan ini sebagai lahan kampus baru. Serta kedepan akan menjadi wisata hutan yang bernuansa pendidikannya. Sehingga dengan demikian pembangunan UB forest ini masih panjang dengan program-program positif yang dilakukan. Saat ini luasan dari hutan pendidikan ini mencapai 28 Hektar. Dengan berbagai program yang dilakukan, dibutuhkan 200 Hektar. Sehingga masih butuh pengembangan yang lebih banyak lagi.

“Guna menyiapkan SDM Kehutanan yang berkompeten, kami juga akan mendirikan jurusan Kehutanan mulai S1 sampai S3. Dengan demikian kebutuhan akan tenaga ahli hutan akan tersedia di kampus Brawijaya sini,” ungkap Prof Nuhfil.

Ketua Pelaksana acara ini Dr Asihing Kustanti S Hut MSi, yang juga dosen Fakultas Pertanian UB menambahkan, di UB forest ini tidak hanya melindungi tanaman dan hewan saja, namun juga dipikirkan aspek kemanfaatannya kepada masyarakat sekitar dengan mengikuti karakteristik hutannya.

“Bahkan melalui edukasi peringatan dini kepada masyarakat sekitar hutan ini, mereka dijadikan ujung tombak untuk mengantisipasi kebakaran dengan mewaspadai titik rawan bakaran, dan mematuhi larangan untuk tidak membuat api,” ujar Asihing Kustanti .

Dinas Lingkungan Hidup menilai keberadaan UB forest ini sangat berkontribusi terhadap pelestarian alam hingga mendapat apresiasi sebagai satu-satunya hutan yang tidak terbakar di musim kemarau panjang ini.

Lantaran jika terjadi kebakaran hutan, aset kayu menjadi lenyap, segala macam ekosistem yang ada di dalamnya juga lari semua. Termasuk iklim mikro yang dijamin oleh hutan juga akan kacau.

Pembangunan dan pengembangan UB forest inisendiri melibatkan berbagai pihak. Ada 5 institusi yang berkolaborasi, mulai Dinas Lingkungan Hidup, Balai konservasi Alam, Taman Safari dan Jatim Park serta UB. Nantinya semua pihak tersebut akan bekerja sama sesuai tupoksi masing-masing guna mewujudkan sumber daya hutan yang lestari yang bisa dijadikan ikon nasional.dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry