SURABAYA | duta.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sambut kedatangan jemaah haji kloter 61 Embarkasi Surabaya, Sabtu (7/9/2019) malam. Adalam kesempatan tersebut gubernur berharap pelayanan pada para jamaah haji bisa lebih ditingkatkan, luar negeri dan dalam negeri.

Dirinya berharap agar tahun depan, bandar udara (bandara) Juanda sudah bisa melaksanakan layanan fast track bagi para jemaah haji. Layanan itu sendiri sudah dilaksanakan di Jakarta.

Dengan layanan tersebut, para calon jemaah haji nantinya tidak perlu lagi mengantri di bagian imigrasi, sehingga bisa mempersingkat waktu keberangkatan.

“Layanan yang terus mengalami peningkatan, mudah-mudahan bisa berseiring dengan khusyuknya pelaksanaan ibadah haji menuju kemabruran” jelas Khofifah.

Ia juga menyampaikan harapannya agar pelayanan bagi jama’ah haji perempuan yang menginginkan ditambahnya pembimbing haji perempuan. Karena, sebut Gubernur Khofifah, dengan meningkatnya kualitas pelayanan haji, maka akan meningkatkan kekhusyukan para Jemaah haji saat beribadah.

Peningkatan kualitas pelayanan saat ini , menurutnya tidak hanya dilakukan di tanah air saja, tetapi juga saat di Mekkah dan madinah Arab Saudi.

Meski saat ini pemerintah sudah memberikan pelayanan maksimal, khususnya pelayanan melalui sistem zona di Makkah, pengiriman bagasi langsung ke kamar jemaah, kedepannya semoga layanan tersebut juga dapat dilaksanakan di Madinah. Sehingga para jama’ah haji betul- betul fokus ibadah karena hal teknis telah terfasilitasi dengan baik.

“Format-format seperti ini, yang makin hari akan makin mempermudah para Jemaah, sehingga nantinya kita harapkan bisa meningkatkan khusyuknya ibadah haji dan akhirnya kembali ke tanah air mendapat predikat haji mabrur,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.

Selain mengungkapkan rasa syukur atas kembalinya para Jemaah haji ke tanah air, Gubernur Khofifah juga mengajak mereka mendo’akan bangsa Indonesia agar senantiasa mendapat anugerah bangsa yang aman, damai, tenteram dan masyarakatnya rukun sejahtera.

Tak lupa Gubernur Khofifah, memanjatkan doa kepada jemaah haji agar mereka semua bisa menjadi haji yang mabrur. Ia juga meminta kepada para hadirin dan masyarakat Jatim untuk sama-sama mengawal kemabruran para jemaah haji pasca kepulangan ke daerah masing-masing.

Kedatangan para jemaah haji kloter 61 sendiri berjumlah 445 jemaah. Mereka berasal dari Kabupaten/Kota Mojokerto sebanyak 190 jemaah dan sisanya sebanyak 255 jemaah berasal dari Bali.

Dari 85 kloter jemaah haji asal Jatim menuju ke tanah suci Mekkah Arab Saudi, lebih dari 62 kloter sudah kembali ke tanah air hingga hari ini. Jadwal kepulangan mereka sudah dimulai sejak 18 Agustus 2019 hingga kloter terakhir yang rencananya akan kembali pada 15 September 2019 mendatang. zal

 

 

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry