SURABAYA | duta.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Rabu (11/3) malam.

Kiswah peninggalan Syekh Abdul Qadir Jailani itu merupakan salah satu dari koleksi dalam “Pameran Masa Lalu dan Masa Kini MAS” di kawasan Air Mancur MAS (1-30 Ramadhan) sebagai rangkaian ‘Healing Ramadhan 2026’ di Masjid Al-Akbar.

Kiswah ini merupakan kain penutup makam yang secara khusus digunakan untuk menutup makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad, Irak. Kiswah itu secara berkala diganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar tersebut.

“Kiswah yang dipamerkan di Masjid Al-Akbar Surabaya ini memiliki nilai historis yang istimewa, karena diberikan secara langsung oleh cicit ke-33 Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat saya berziarah ke makam Syekh Abdul Qadir Al Jailani di Baghdad,” kata Gubernur Khofifah.

Menurut Khofifah, keberadaan kiswah tersebut tidak hanya menjadi artefak sejarah, tetapi juga simbol kuatnya sanad keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan oleh para ulama besar kepada generasi berikutnya.

“Ini bukan sekadar benda bersejarah, tetapi juga pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga warisan keilmuan, akhlak, dan spiritualitas yang telah diwariskan oleh para ulama besar,” ujarnya.

Selain kiswah, pameran ini juga menampilkan potret perjalanan Masjid Al-Akbar Surabaya sejak digagas pada 1995 dan diresmikan Presiden Gus Dur pada 10 November 2000 hingga kini menjadi ikon kebanggaan Jawa Timur dengan dokumen historis, seperti kentong, beduk, dan mihrab ukiran tahun 1999.

Selain dokumen bersejarah, pameran juga menunjukkan berbagai manuskrip kitab klasik yang menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam, diantaranya Kitab Tashrif Lughati, Kitab Amil, Kitab Fiqh, serta Kitab Bahjatul Ulum yang selama ini menjadi rujukan dalam tradisi pembelajaran di pesantren.

Menurut Gubernur Khofifah, Jawa Timur saat ini memang serius melakukan upaya pelestarian khazanah keilmuan Islam melalui penelitian, penelaahan, hingga penerbitan kitab-kitab turats (warisan keilmuan klasik).

“Dari proses tersebut, sekitar 400 manuskrip telah berhasil diteliti dan diselesaikan, sedangkan sekitar 200 manuskrip lainnya telah didigitalisasi untuk menjaga kelestariannya, sekaligus memudahkan akses generasi mendatang,” katanya.

Bahkan, ada 48 dari 200 manuskrip itu telah dirangkum dalam bentuk ikhtisar/rangkuman/ringkasan yang kemudian dibukukan dalam dua kitab khusus, yang telah disampaikan secara langsung kepada Grand Imam Al-Azhar, Syekh Ahmad Al-Tayyib, sebagai ikhtiar memperkenalkan khazanah keilmuan ulama Nusantara kepada dunia Islam internasional.

Selain kiswah, manuskrip dan dokumen historis MA, pameran juga menampilkan sejarah dan keteladanan para alim ulama Jawa Timur yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, diantaranya KH Muhammad Hasyim Asy’ari, HOS Tjokroaminoto, KH. Mas Mansur, KHA Wahab Hasbullah, KH Raden As’ad Syamsul Arifin, KHA Wahid Hasyim, KH Masykur, KH Abdurrahman Wahid, serta Syaikhona Muhammad Kholil.

“Jadi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pembelajaran, dan penguatan karakter umat, sekaligus ruang kolaborasi yang ramah bagi generasi muda untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan,” kata Khofifah.

Pada Rabu (11/3) malam itu, Gubernur Khofifah juga melantik/mengukuhkan 99 relawan GenZI MAS, yang melayani jamaah yang melaksanakan Qiyamullail pada 10 hari terakhir Ramadhan (21-30 Ramadhan 1447 H) di Masjid Al-Akbar Surabaya.

“Setiap bulan Ramadhan, Masjid Al-Akbar Surabaya selalu dipadati oleh jamaah, khususnya pada 10 malam terakhir Ramadhan, karena itu Remas-GenZI MAS merekrut volunter/relawan,” kata Ketua Remas-GenZI MAS, Maula Azka.

Relawan/volunter GenZi ini direkrut melalui proses seleksi, dari total lebih dari 200 pendaftar hingga terpilih 99 GenZi dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan, Lamongan, Tuban, dan beberapa daerah lainnya.

Kegiatan “Healing Ramadhan 2026” lain di MAS adalah “One Day One Khatam” (1-30 Ramadhan 1447 H), Ngaji Ngabuburit (1-30 Ramadhan), Qiyamul Lail 10 hari terakhir (21-30 Ramadhan), Nuzulul Qur’an (17 Ramadhan), “MAS Berbagi” untuk dhuafa, anak yatim, disabilitas, guru, marbot (21 Ramadhan), dan Marbot Soccer League 2026 (1-10 Maret), serta serangkaian lomba (Mewarnai, Dai Cilik, Hadrah Al Banjari, Patrol). (*/mas)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry