Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Musda HIPMI, Rabu (24/3/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Program pesantrenpreneur diapresiasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Program unggulan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim 2017 -2020 itu harus terus dilanjutkan dan sinergikan dengan program pemprov.

Apalagi Pemprov Jatim memiliki program One Pesantren One Product (OPOP) yang sangat relevan dengan pesantrenpreneur. Di mana keduanya memiliki tujuan untuk pemberdayaan dan kemandirian pesantren.

“Kapan kita harus bicara. Ini harus terus berlanjut. Karena pemprov punya program mencakup pesantrenpreneur, santripreneur dan sociopreneur. Ekosistemnya sudah ada, training centernya sudah ada,” jelas Khofifah saat hadir dalam acara Musyawarah Daerah (Musda) HIPMI Jatim, Rabu (24/3/2021).

Ketua Umum HIPMI Jatim 2017- 2020, Mufti Anam memang mengungkapkan di depan Gubernur Jatim dan undangan lainnya tentang program pesantrenpreneur. Program pesantrenpreneur itu kata Mufti untuk memberdayakan agar terjadi kemandirian pesantren.

Karena dikatakan Mufti, pesantren adalah gudangnya anak-anak muda yang memiliki potensi untuk menjadi pengusaha. Santri bisa didesain untuk menjadi pengusaha handal. “Ke depan pengusaha itu harus didesain agar tumbuh pengusaha-pengusaha baru,” tuturnya Dari program pesantrenpreneur, kata Mufti ada banyak hal yang sudah dilakukan. Misalnya bekerjasama dengan ritel modern untuk membuat minimarket di pondok yang bisa dijadikan laboratorium untuk belajar santri. “Santri bisa belajar manajemen, kewirausahaan dan sebagainya,” tandas Mufti

Selama tiga tahun kepemimpinan Mufti Anam, sudah ada 10 pesantren yang mengikuti program pesantrenpreneur ini. “Alhamdulillah bisa menopang perekonomian pesantren, daripada harus minta sumbangan, akan mengurangi kehormatan pesantren,” tandas Mufti yang berhasil menambah jumlah pengurusan HIPMI di daerah dari 20 menjadi 37 daerah.

Khofifah berharap HIPMI Jatim bisa terus berkontribusi terhadap perekonomian Jatim. Karena di tengah pandemi Covid-19, Jatim masih bisa bernafas lega karena perekonomian tidak terlalu turun drastis.

Bahkan pada 2020, pertumbuhan investasi di Jatim meningkat 33 persen lebih di saat daerah lain terjun bebas. “Kita berharap HIPMI sudah merata di 38 kota. Kalau sekarang baru 37, tambah satu kota lagi, jadi lengkap,” tukas Khofifah.

Musda HIPMI Jatim kali ini juga akan diramaikan dengan pemilihan Ketua Umum 2021 2024 yakni Rois Sunandar Maming. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry