
KUBU RAYA | duta.co — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya Green Democracy Institute yang menyalurkan air bersih layak minum kepada masyarakat terdampak karhutla di Kabupaten Kubu Raya.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan di tengah kondisi kabut asap dan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat. Ketersediaan air bersih dinilai penting, terutama bagi warga yang membutuhkan akses air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah situasi darurat akibat kebakaran lahan.
Green Democracy Institute menilai penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api dan pengendalian titik panas, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika karhutla terjadi, perhatian kita tidak boleh hanya tertuju pada api, tetapi juga pada masyarakat yang merasakan dampaknya secara langsung,” ujar Faisal Kordinator Green Democracy Institute Kalbar.
Penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus menjadi bentuk solidaritas terhadap masyarakat Kubu Raya yang terdampak karhutla. Green Democracy Institute juga mendorong seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara bersama-sama.
Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Selain menimbulkan ancaman terhadap ekosistem, asap akibat kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Melalui aksi tersebut, Green Democracy Institute menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi dampak karhutla di Kalimantan Barat.(*)





































