JOMBANG | duta.co – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, menjadi momentum bagi banyak orang untuk berkhidmah. Bukan hanya panitia yang sibuk menyiapkan perhelatan akbar NU tersebut, sedikitnya 100 relawan juga siap memberikan layanan pijat gratis bagi para muktamirin yang kelelahan.

Para relawan pemijat itu datang dari berbagai daerah. Sebagian di antaranya merupakan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki keahlian di bidang pijat. Mereka menyumbangkan tenaga tanpa mematok bayaran, semata-mata ingin ikut menyambut dan melayani peserta Muktamar NU ke-35.

Salah satu anggota Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang, Muhammad Romli, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk membantu peserta Muktamar yang mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh, mengikuti sidang, rapat maupun rangkaian kegiatan lainnya.

“Peserta Muktamar kan banyak yang datang dari jauh. Setelah rapat atau perjalanan tentu merasa lelah. Karena itu kami menyediakan layanan pijat capek-capek secara gratis khusus untuk peserta Muktamar NU ke-35 di Tambakberas,” ujar Romli saat ditemui di kediamannya di Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (6/8/2026).

Menurut Romli, jumlah relawan yang telah terdata sementara sekitar 100 orang. Namun, jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah. Sebab, sejumlah alumni Bahrul Ulum maupun relawan dari berbagai daerah juga menyatakan keinginannya untuk ikut menyumbangkan tenaga.

“Yang sudah terdata sementara sekitar 100 orang. Kemungkinan masih bertambah, karena banyak alumni Bahrul Ulum maupun relawan dari berbagai daerah yang ingin menyumbangkan tenaga dengan memberikan layanan pijat,” katanya.

Para relawan berasal dari berbagai wilayah, mulai Jawa, Madura hingga luar Pulau Jawa. Seluruh pemijat nantinya akan didata dan diatur penugasannya agar pelayanan kepada peserta Muktamar berjalan tertib.

Layanan pijat gratis tersebut akan ditempatkan di tiga posko yang telah disiapkan, yakni di MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang dan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha).

Pembagian personel di masing-masing posko masih menunggu pengaturan lebih lanjut. Para relawan akan ditempatkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Romli menjelaskan, mayoritas relawan pemijat merupakan laki-laki yang akan melayani peserta laki-laki.

Sementara relawan perempuan juga disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada peserta perempuan, termasuk para nyai atau istri kiai yang mengikuti Muktamar NU ke-35. Jenis layanan yang diberikan meliputi pijat kepala, badan, kaki hingga refleksi. Namun, karena jumlah peserta Muktamar mencapai ribuan orang, durasi pelayanan akan dibatasi.

“Kalau praktik biasa satu jam, tetapi karena peserta Muktamar jumlahnya lebih dari 3.000 orang, maka sementara sekitar 15 menit supaya semua bisa merasakan layanan ini,” jelasnya.

Dengan durasi yang lebih singkat, para relawan berharap semakin banyak muktamirin yang dapat merasakan manfaat layanan tersebut. Setidaknya, rasa pegal dan lelah setelah perjalanan maupun mengikuti rangkaian Muktamar bisa sedikit berkurang.

Romli menegaskan, meski memiliki keahlian dan memberikan pelayanan kepada peserta, para relawan tidak diperkenankan meminta bayaran.

Semangat mereka bukan mencari keuntungan, melainkan berkhidmah sekaligus berharap mendapat keberkahan dari para ulama dan tamu-tamu Muktamar yang datang dari berbagai penjuru.

“Kami menyambut saudara-saudara NU dari seluruh Indonesia bahkan dunia. Kesempatan ini untuk mencari berkah para kiai. Tidak mengharapkan imbalan apa pun,” tuturnya.

Jika setelah mendapatkan layanan ada peserta yang secara sukarela memberikan uang sebagai bentuk apresiasi, menurut Romli, hal itu boleh diterima. Namun, pemberian tersebut tidak boleh diminta dan bukan menjadi syarat mendapatkan layanan.

“Kalau ada yang memberi setelah dipijat, itu rezeki yang tidak diduga dan boleh diterima dengan ikhlas. Tetapi tidak boleh meminta. Yang utama peserta harus merasa nyaman dan segar setelah dipijat,” pungkasnya.

Bagi para relawan, pijat gratis tersebut bukan sekadar pelayanan. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, mereka memilih mengambil bagian dengan cara sederhana menyumbangkan tenaga, melayani muktamirin dan berharap mendapat berkah. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry