SURABAYA | duta.co – Visi dan misi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam membangun Provinsi Jatim untuk lima tahun ke depan yang dirangkum dalam program Nawa Bhakti Satya dengan jargon CETTAR (Cepat, Efisien, Tanggap, Transparan, dan Responsif) mendapat dukungan penuh PW GP Ansor Jatim. Bahkan salah satu Banom NU itu siap bersinergi dengan gubernur perempuan pertama di Jatim.

Ketua PWGP Ansor Jatim,  Moh Abid Umar mengatakan pihaknya siap mendukung sembilan program pembangunan Provinsi Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah untuk lima tahun ke depan. Alasannya, pasangan Khofifah-Emil merupakan pemimpin yang dipilih rakyat Jatim secara demokratis pada Pilgub Jatim 2018 lalu.

“Kami sudah bertemu Ibu Gubernur dan Pak Wagub di Gedung Negara Grahadi. Bahkan Ibu Gubernur mempersilahkan agar penutupan Rakerwil Ansor Jatim dilaksanakan di Grahadi. Ini tentu sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Gus Abid di sela-sela Rakerwil PW GP Ansor Jatim di Hotel Inna Simpang, Surabaya, Rabu (13/3).

Ibarat Ibu Kita Sendiri

Lebih juah pria yang berasal dari Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri ini menambahkan, Khofifah dan Emil adalah kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, sedangkan Emil Sekretaris Dewan Penasehat GP Ansor Jatim dan pendiri PC Istimewa NU Jepang.

Karena latar belakang itulah, lanjut Cucu KH  Zainuddin Djazuli, sudah seharusnya GP Ansor Jatim mendukung pemerintahan Khofifah-Emil yang merupakan bagian dari keluarga besar NU. Tentunya dukungan itu akan diberikan pihaknya secara proporsional dan kritis.

“Bu Khofifah itu ibaratnya ibu bagi kita. Mosok iya kita gak dukung ibu kita sendiri,” kelakar Caleg DPRD Jatim dari Partai NasDem dapil Kediri Raya ini.

Menurut Gus Abid, program Nawa Bhakti Satya yang diusung Khofifah-Emil adalah program yang bagus dan senapas dengan Jawa Timur sebagai provinsi yang religius. Ia mencontohkan tunjangan bagi hafidz dan hafidzah yang akan diberikan oleh gubernur pada bulan ini.

Total ada sekitar 4000 penghafal Al Quran yang akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp2 juta per tahun dari Pemprov Jatim. Jumlah itu akan bertambah menjadi 10000 orang sesuai janji kampanye.

“Mereka tersebar di sejumlah pondok pesantren yang ada di Jatim. Ini tentu bentuk perhatian konkret dari gubernur terhadap pendidikan spiritual serta pembentukan karakter generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

“Saya juga dengar Bosda Madin juga akan dicairkan bulan ini. Ini membuktikan ibu gubernur tidak hanya memperhatikan sekolah umum tapi juga sekolah agama dan pondok pesantren. Ini tentu sebuah kemajuan yang berarti, buat Jatim,” pungkas alumnus Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair). (ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.