SURABAYA I duta.co – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur menerima kunjungan kehormatan dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Jumat (13/3/2026). Rombongan yang dipimpin oleh Ye Su disambut langsung Ketua PW GP Ansor Jatim Musaffa’ Safril bersama jajaran pengurus di kantor PW GP Ansor Jatim.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antar masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Musaffa’ Safril menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat persahabatan, memperluas pertukaran budaya, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara masyarakat Jawa Timur dan Tiongkok.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Tiongkok telah terjalin sejak lama melalui interaksi perdagangan, pertukaran budaya, hingga hubungan antar masyarakat yang telah berlangsung berabad-abad. Saat ini, hubungan kedua negara juga terus berkembang di berbagai sektor seperti ekonomi, perdagangan, teknologi, dan investasi.

Safril menjelaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Sejumlah rencana investasi dari perusahaan Tiongkok di wilayah ini dinilai berpotensi besar mendukung perkembangan ekonomi daerah.

Beberapa proyek yang tengah berkembang antara lain pembangunan smelter aluminium di Pasuruan, pengembangan kawasan industri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo, serta peluang kerja sama di sektor pertanian dan teknologi.

“Investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru, mempercepat transfer teknologi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Safril.

Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan teknologi, tetapi juga oleh dukungan masyarakat, stabilitas sosial, serta kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, peran organisasi kepemudaan dan masyarakat sipil dinilai penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus membangun ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai organisasi kepemudaan yang berakar dari Nahdlatul Ulama, GP Ansor memiliki jaringan kader yang luas hingga tingkat desa di berbagai wilayah Jawa Timur. Dengan basis sosial tersebut, Ansor berkomitmen untuk ikut menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Safril juga menegaskan bahwa hubungan antar negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintah dan dunia usaha, tetapi juga melalui hubungan antar masyarakat serta kolaborasi generasi muda.

Karena itu, GP Ansor Jawa Timur membuka ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari Tiongkok, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, pertanian modern, industri halal, pendidikan, serta penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat Jawa Timur dan Tiongkok di berbagai sektor strategis.

Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya Ye Su menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada umat Muslim di Indonesia sekaligus menyampaikan harapan agar hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok terus semakin erat.

“Kami atas nama Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya menyampaikan ucapan selamat bulan Ramadan dan juga selamat Tahun Baru Imlek. Kami juga menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada sahabat dari berbagai kalangan yang telah mengabdikan diri untuk mempererat persahabatan rakyat Tiongkok dan Indonesia serta kegiatan amal sosial,” ujarnya.

Ia menyebut Ramadan sebagai bulan penuh berkah yang menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas sosial. “Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan kedamaian, sekaligus momen penting untuk menunjukkan kepedulian, berbagi, dan semangat saling tolong-menolong,” kata Ye Su.

Pada kesempatan tersebut, Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya bersama Ansor menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat Muslim. Menurut Ye Su, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata persahabatan rakyat kedua negara.
“Kali ini Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya bekerja sama dengan Ansor untuk menyumbangkan sembako kepada saudara-saudara Muslim. Ini merupakan wujud nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyampaikan ucapan selamat Ramadan dan persaudaraan dari pemerintah dan rakyat Tiongkok kepada rakyat Indonesia,” jelasnya.

Ye Su juga menyinggung hubungan panjang antara peradaban Tiongkok dan Islam yang telah terjalin selama berabad-abad. “Sejak Islam masuk ke Tiongkok lebih dari 1.300 tahun yang lalu, budaya Islam telah berkembang dan berbaur secara harmonis dengan budaya Tiongkok,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 20 juta umat Muslim di Tiongkok yang menjalankan kehidupan secara damai, termasuk di wilayah otonomi Xinjiang Uygur.
“Lebih dari 20 juta Muslim di berbagai wilayah Tiongkok hidup dan bekerja dengan damai. Sebagai bagian penting dari keluarga besar bangsa Tiongkok, mereka sepenuhnya menikmati kebebasan beragama dan tradisi keagamaan mereka dihormati,” kata Ye Su.

Menurutnya, umat Muslim di Tiongkok juga tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan sebagaimana umat Muslim di Indonesia.
“Sama seperti saudara-saudara Muslim di Indonesia, mereka saat ini juga sedang menjalankan ibadah puasa dan melakukan berbagai kegiatan amal dalam suasana Ramadan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ye Su juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang secara positif di berbagai sektor. “Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Tiongkok dan Indonesia terus berkembang dengan hasil kerja sama yang luar biasa di bidang perdagangan, ekonomi, budaya, dan berbagai bidang lainnya yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara dan rakyatnya,” ujarnya.

Ia menilai kedekatan hubungan antarnegara sangat bergantung pada kedekatan hubungan antar masyarakat. “Persahabatan antarnegara bergantung pada kedekatan antara rakyat, dan kedekatan rakyat bergantung pada saling memahami hati,” katanya.

Ye Su juga menekankan bahwa nilai-nilai yang diajarkan peradaban Tiongkok dan Islam memiliki kesamaan, khususnya dalam semangat toleransi dan harmoni.
“Peradaban Tiongkok dan peradaban Islam sama-sama menganjurkan semangat toleransi, harmoni dalam perbedaan, serta saling tolong-menolong,” jelasnya.

Ke depan, Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya menyatakan siap terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak di Indonesia untuk mempererat hubungan kedua bangsa.“Kami bersedia bekerja sama dengan berbagai kalangan di wilayah kerja Konsulat untuk melanjutkan persahabatan tradisional serta memperkuat dasar persahabatan antara rakyat Tiongkok dan Indonesia,” katanya. (zi)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry