Rektor Unair, Prof Nasih (kiri) berbincang dengan Mohammad Rokhim secara online saat pengumuman golden ticket, Sabtu (12/3/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Golden ticket yang diberikan Universitas Airlangga (Unair) yang diberikan untuk siswa-siswa berprestasi, tidak mengurangi jatah jalur SNMPTN di kampus itu.

Unair memastikan jalur SNMPTN masih tetap 20 persen dari total kuota mahasiswa baru 2022 ini atau 1.260 orang.

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengatakan untuk golden ticket ini, Unair memilih 50 peserta. Di mana lima peserta sudah diumumkan pas ajang Airlangga Education Expo lalu. Sisanya atau 45 lainnya diumumkan secara khusus melalui daring dan luring di kampus C Unair, Sabtu (12/3/2022).

“Jadi kami menambah 50 peserta dari jalur golden ticket ini. Sehingga jalur SNMPTN ini tetap yakni 1.260 ditambah 50 peserta lagi,” ujarnya.

Ditambahkan Prof Nasih, ada 700 orang yang mendaftar untuk jalur golden ticket ini. Namun, Unair hanya memilih 50 peserta karena memang harus diseleksi sedemikian rupa. “Kami melihatnya dari dua sisi, di mana peserta ini secara akademik bagus ditunjang prestasi-prestasi di luar akademik atau sebaliknya,” tukasnya.

Peraih golden ticket ini nantinya akan diumumkan secara resmi pada saat pengumuman SNMPTN 2022. “Yang daftar banyak sekitar 18 ribuan lebih. Tingkat keketatannya beragam, mulai 6 persen hingga ada yang tiga persen,” tandasnya.

Tingkat keketatan yang paling tinggi, salah satunya Fakultas Kedokteran (FK). Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso mengatakan untuk golden ticket ini, FK hanya menerima dua peserta. Itu pun memilihnya dengan sangat ketat. “Tahun lalu hanya satu, sekarang ada dua berarti ada peningkatan.  Yang pasti kami ingin mahasiswa FK itu adalah anak-anak pilihan,” tukasnya.

Salah satu yang terpilih mendapatkan golden ticket adalah Arin Nahda Zhafira. Siswa SMAN 1 Giri Banyuwangi itu, memang ingin sekali menjadi dokter. Karenanya dia menyertakan beberapa sertifikat dari prestasinya selama ini, terutama dari Kompetisi Sains Nasional 2020 dan 2022. “Juga saya ikut jadi juara di ajang Medspin yang digelar BEM FK Unair,” tukasnya.

Arin bersyukur, bisa diterima di FK Unair jalur golden ticket. Dia berjanji akan berlajar sungguh-sungguh demi menjadi dokter seperti kedua orang tuanya.

Lain Arin, lain pula Mohammad Rokhim. Siswa SMAN 1 Kraksaan ini diterima di program studi Kimia. Prestasi yang disertakan untuk bisa meraih golden ticket ini, selain juara aritmatika dan aljabar tingkat nasional, juga karena Rokhim hapal Alquran 30 juz. “Saya senang bisa diterima di Unair, saya akan ambil,” tandasnya.

Saat bertatap muka secara online dengan jajaran rektorat, Rokhim juga ditantang membawa surat Al Mulk. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry