Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (bawah kiri) saat membuka acara Galeri Investasi Goes to Village, yang terselenggara pada 14-15 Agustus 2021.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan Program Galeri Investasi Goes to Village. Kegiatan ini untuk mengedukasi dan mendongkrak literasi masyarakat desa agar melek investasi.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, kegiatan ini berkat kerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur dan PT Indopremiere Malang. Acara ini untuk mengedukasi masyarakat desa yang merupakan program pengabdian masyarakat dalam meningkatkan literasi keuangan. Lantaran masyarakat desa dinilai masih rendah kemampuannya untuk berinvestasi di pasar modal.

“Kehadiran Kelompok Studi Pasar Modal ini dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat desa dalam menentukan strategi investasi yang tepat. Terutama di masa pandemi dengan mengoptimalkan segala peluang investasi dengan baik dan cermat,” ungkap Diana.

Kegiatan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) FEB Unisma ini merupakan program Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik yang bertempat di enam desa di Kabupaten Malang.
Acara ini merupakan gebrakan dan langkah inovatif Kelompok Studi Pasar Mopdal (KSPM)
Fakultas ini yang dikomandani oleh Devinda Larasati, mahasiswa Prodi Akuntansi.

“Kegiatan ini berupaya mengenalkan dan menyosialisasikan pentingnya investasi di masa depan yang benar dan tepat kepada masyarakat desa,” ujar Dekan yang dikenal inovatif ini.

Diana berharap dengan kegiatan ini kedepannya dapat mewujudkan desa inklusi keuangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta menurunkan tingkat kemiskinan, pasalnya masyarakat desa masih terbiasa menyimpan aset atau kekayaannya dalam bentuk barang simpanan yang kurang produktif.

Sementara itu Dewi Sriana Rihantyasni selaku Kepala kantor Perwakilan Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia sangat mendukung program galeri Investasi goes to Village, menurutnya warga desa terutama ibu-ibu PKK dan karang taruna sudah saatnya melek Investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager PT Indopremiere Malang Ami Nabila Fawzi banyak memberikan materi pengenalan saham pasar modal Indonesia. Ia mengulas pentingnya gerakan menabung saham di Desa, produk-produk yang diperjual belikan di pasar modal serta strategi investasi yang tepat agar menghasilkan keuntungan.

Dalam program ini narasumber juga menjelaskan bahwa investasi di pasar modal melalui Gerakan Yuks Menabung Saham tidak membutuhkan dana yang tinggi. Cukup dengan modal 100 ribu, dapat membuka akun dan melakukan aktivitas perdagangan.

Disamping itu PT indopremiere juga mengenalkan aplikasi investasi saham berbasis android yang memudahkan transaksi investasi bagi investor. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry