Gus Rozaq (kiri) dan keluarga besar almaghfurlah KH Wahab Chasbullah, pendiri NU. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – H Abdul Rozaq, cicit KH Wahab Chasbullah, Jombang ‘ngelus dada’ mendengar Ketua PWNU Jatim mengatakan ‘goblok’ kalau ada warga NU tidak memilih Jokowi. Sudah begitu, kalimat memalukan ini, dibenarkan oleh PBNU.

“Jadi, benar apa kata Rocky Gerung, bahwa, banyak politisi kehilangan akal sehat. Mereka tertutup kepentingan dunia. Mengatakan ‘goblok’ warga NU yang tidak dukung Jokowi, ini pertanda orang sakit. Bayangkan, kalau ternyata gurunya tidak dukung Jokowi, apa ya dibilang goblok,” jelas Gus Rozaq panggilan akrabnya kepada duta.co, Senin (8/4/2019).

Seperti diberitakan detik.com, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar meminta semua warga NU mendukung Capres Joko Widodo. Menurutnya dalam kepemimpinan Jokowi, umat Islam digalakkan menggelar selawatan.

Biyen ora usum salawatan, saiki usum salawatan. Lha ngene kok enek wong NU ora dukung, berarti wong NU goblok (Dulu tidak musim selawatan, sekarang musim selawatan. Lah begini kok ada orang NU tidak mendukung, berarti orang NU goblok,” kata Ketua PWNU Jatim Marzuki saat berorasi, Minggu (7/4/2019).

Seruan itu disampaikan Marzuki saat menggelar doa bersama dan deklarasi untuk mendukung Capres Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bertempat di halaman parkir Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar, acara tersebut dihadiri ratusan jamaah NU di Blitar Raya.

Ironisnya, setelah itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelaskan maksud penyataan Marzuki Mustamar yang mengajak warga NU untuk mendukung capres Joko Widodo. PBNU menyebut Marzuki sedang bicara mengenai memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak atau track record.

“Pak Marzuki itu orang yang dikenal dengan cara yang berfikir logik dan itu biasanya dikaitkan dengan track record orang ketika dia bicara. Kalau dikaitan dengan Pak Jokowi itu biasanya orang NU sangat terkesan dengan apa yang diberikan Jokowi terhadap NU berkaitan dengan historisnya hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari ketika beliau mengeluarkan resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober 1945″ ujar Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi kepada wartawan.

MERENDAHKAN NU : Di sini kata ‘goblok’ ditujukan kepada warga NU yang tidak memilih Jokowi. (FT/detik.com)

Menurut Gus Rozaq, komentar Marzuki maupun Masduki ini, setali tiga uang. Membodohi warga NU. Memilih presiden, jelas Gus Rozaq, jangan hanya bereferensikan hari santri, naif! Presiden itu mengurus negara, mengurus ratusan juta nasib rakyat Indonesia. Mengesampingkan nasib rakyat, adalah dosa besar.

Masih menurut Gus Rozaq, setidaknya ada empat kebodohan yang muncul dari kata ‘goblok’ itu. “Pertama, adalah tidak pantas seorang ketua PWNU bilang goblok. Ini bahasa preman kepada anak buahnya,” tegasnya.

Kebodohan Kedua, tegasnya, kalimat ini muncul di atas podium berlogo NU. “NU sudah dihinakan. Sedih kita. Jadi, benar kalau ada kiai malu punya pemimpin seperti itu. Dia lebih cocok menjadi ketua partai Jokowi,” tambahnya.

Ketiga, apa tidak dipikir, bagaimana dengan kiai-kiai yang, bisa jadi, guru dia dan tidak memilih Jokowi. “Apakah beliau-beliau itu juga disebut ‘goblok’. Kok tidak mikir,” tegasnya sambil mengkerutkan dahi.

Keempat, presiden itu urusan negara. Rakyat akan memilih siapa yang bisa mengurus negara. Siapa yang bisa menyejahterakan rakyat, siapa yang bisa menjamin kelangsungan hidup orang banyak.

“Memilih pemimpin itu berdasarkan maslahah. Rakyat tidak mau pilih pembohong. Katanya tidak impor pangan, nyatanya impor besar-besaran. Katanya cukup lapangan kerja, nyatanya pengangguran makin banyak. Katanya tidak ada penggusuran, nyatanya rakyat pingsan di depannya. Lha ini presiden Indonesia atau Presiden China?” tambahnya serius.

Ditanya soal komentar PBNU yang menyebut Marzuki berfikir logik dan itu biasanya dikaitkan dengan track record, Gus Rozaq justru balik bertanya. “Lho apa rakyat berpikir maslahah itu, tidak logis? Apa itu juga bukan track record ketika melihat kenyataan sekarang yang babak belur?” tanyanya.

“Jadi, apa yang disampaikan Masduki Baidlowi (PBNU red.) itu bentuk apologis. Memalukan. Bahasa Rocky Gerung kehabisan akal sehat, tanpa sadar,” jelasnya. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.