Wakil Ketua LD FEB UI, Paksi CK Walandaw saat menjelaskan tentang hasil survei yang dilakukan terhadap Gojek. DUTA/endang 

SURABAYA | duta.co – Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Surabaya nampaknya diuntungkan dengan adanya layanan di aplikasi Go Jek  yakni Go Food.

Mereka tidak perlu memiliki toko khusus untuk menjual, dari rumah pun bisa menghasilkan uang.

Karenanya dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas  Ekonomi dan Bisnis (LD FEB) Universitas Indonesia, Go food bisa meningkatkan omset pelaku UMKM.

Dengan omset yang meningkat tentu saja usaha mereka bisa berkembang lebih baik.

Dari hasil survei yang dilakukan pada akhir 2018 itu Go Food khususnya memberikan kontribusi sebesar Rp 1,6 triliun pada 2018.

Sementara kontribusi Gojek untuk empat layanan yakni Go Ride, Go Food l, Go Life dan Go Car sebesar Rp 2,2 triliun.

Dari data yang dihasilkan LD FEB UI, untuk Go Food, kontribusi rupiah itu dari 10 ribu pelaku UMKM yang menjadi mitra di Surabaya.

“Ini angkanya naik antara tujuh hingga delapan persen dan tahun lalu,” ujar Wakil Ketua LD FEB UI, Paksi CK Walandaw saat rilis hasil survei di Surabaya, Jumat (24/5).

Untuk menghitung kontribusi Go Food ini, pihak LD FEB UI menghitungnya dari selisih antara pendapatan sebelum dan sesudah bergabung dengan Go Food. “Ini metode alternatif dari dampak teknologi itu,” tandas Paksi.

Dari hasil survei ini juga, LD FEB UI menyebutkan 64 persen mitra Go Food adalah pelaku usaha mikro dengan omset Rp 300 juta per bulan.

“Ada 10 ribu mitra Go Food di Surabaya, ini sangat besar. Dan ternyata jumlah pelaku usaha mikro ini jauh lebih besar lagi,”  tukas Paksi.

Tidak hanya memberikan sebuah peluang pemasaran yang bagus untuk para pelaku UMKM, keberadaan Go Food juga menjadikan para pelaku UMKM ini bisa menerapkan pembayaran elektronik.

“Dan 81 persen pelaku UMKM ini sudah go online setelah menjadi mitra Go Food. Ini luar biasa,” tukas Paksi.

Riset ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Surabaya (di November 2018 – Januari 2019) dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka.

Penentuan responden dilakukan dengan simple random sampling dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.

Jumlah responden di Surabaya adalah mitra Go Ride (385 responden), mitra Go Car (50 responden), mitra UMKM Go Food (100 responden), dan mitra Go Life (80 responden). Sampel penelitian mewakili populasi mitra pengemudi, dengan tingkat keyakinan sebesar 95 persen.

Secara total mitra Gojek berkontribusi Rp 44,2 triliun per tahun ke dalam perekonomian Indonesia di tahun 2018. Di Surabaya mencapai Rp 2,2 triliun.

Dari Rp 2,2 triliun per tahun ini, dengan rincian Rp 253 milliar melalui penghasilan mitra Go Ride, Rp 291 milliar per tahun dari penghasilan mitra Go-Car.

Kontribusi Rp 69 milliar per tahun melalui penghasilan mitra Go Life dan kontribusi Rp 1,6 triliun per tahun ke perekonomian Surabaya melalui omzet mitra UMKM Go Food. end