Nadia Farhani – Dosen Prodi Gizi  Fakultas Kesehatan

ISLAM  mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk dalam bidang kesehatan, salah satunya yaitu ilmu gizi. Islam mengatur umatnya untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik dan tidak berlebih-lebihan.

Hal ini tercantum dalam beberapa ayat al-quran yang menerangkan tentang aturan makan dan minum: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,” (QS. Al-Baqarah: 168); “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diwajibkan untuk mengonsumsi makanan yang halal serta dalam jumlah yang seimbang. Hal ini sesuai dengan teori yang dikaji dalam ilmu gizi, yang disebut dengan prinsip gizi seimbang.

Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.

Salah satu pilar utama dalam pedoman gizi seimbang adalah mengonsumsi makanan beragam yang terdiri dari sumber karbohidrat (dapat berasal dari serealia dan umbi-umbian), sumber vitamin dan mineral (dapat berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan) dan sumber protein (berasal dari lauk hewani dan nabati) serta membatasi asupan gula, garam dan minyak.

Ternyata, Al-quran sudah lebih dahulu mengkaji prinsip gizi seimbang tersebut. Ayat-ayat al-quran telah menyebutkan berbagai jenis kelompok makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, protein dan juga lemak.

Pertama, QS. Yusuf: 43 menjelaskan tentang tanaman gandum. Selain itu, QS. Yaseen: 33 juga menerangkan tentang biji-bijian yang berbunyi “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan”.

Tanaman gandum dan biji-bijian yang termasuk dalam kelompok pangan serealia mengandung sumber karbohidrat. Kedua, buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral juga banyak disebutkan dalam al-quran yaitu buah anggur, pisang, kurma, tin, zaitun dan delima.

Salah satu ayat yang menerangkan tentang buah anggur dan kurma adalah (QS Al-Mu’minum: 19) yang artinya adalah “Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan”.

Ketiga, sumber pangan hewani yang banyak mengandung protein juga disebutkan secara jelas dalam alquran, yaitu daging, seafoods, dan susu. Ayat alquran yang menerangkan tentang daging adalah QS Al-An’am: 142-144; QS Al-Maidah: 1 serta QS Ya-Siin: 72 yang berbunyi “Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.” Sementara itu, QS Fatir: 12 menjabarkan tentang makanan laut sedangkan susu ditulis dalam QS An-Nahl: 66.

Terakhir, kelompok makanan sayur-sayuran, kacang-kacangan dan rempah-rempah pun secara nyata dijabarkan dalam al-quran yaitu pada QS Al-Baqarah: 61 yang berbunyi “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja.

Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”.

Berdasarkan ayat-ayat diatas, al-quran telah menyebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran, daging, makanan laut, susu, kacang-kacangan hingga rempah-rempah.

Hal ini sesuai dengan teori gizi seimbang, dimana tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh secara sempurna, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi usia 0-6 bulan.

Namun, Allah pun telah memerintahkan umatnya untuk tidak makan secara berlebih-lebihan yang berarti juga sesuai dengan konsep gizi seimbang, yaitu proporsi makanan yang sesuai, dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan dilakukan secara teratur. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.