dr. Hotimah,Ph.D – Dosen Fakultas Kedokteran (FK)

SALAH satu peran Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Yakni suatu kegiatan terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat tertentu dalam meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan. Contoh kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni mengadakan workshop, seminar atau pelatihan.

Setiap masyarakat memiliki potensi sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Tentunya setiap wilayah mempunyai potensi lokal yang berbeda-beda, baik dari sumber daya manusia atau sumber daya alamnya serta memiliki cara yang berbeda pula dalam mengelola hasil sumber daya.

Kekayaan potensi tersebut mampu memberikan manfaat yang melimpah untuk kemakmuran ekonomi masyarakat setempat, sumber daya yang baik akan mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Dalam hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dhian Probhoyekti Dipo. Beliau menyebutkan bahwa pemenuhan zat gizi mikro di dalam pangan terfortifikasi menjadi penting yang tertuang pada RPJMN 2020-2024, salah satunya percepatan perbaikan gizi yang fokus pada penurunan kematian ibu dan <span;>stunting<span;>.

Seperti yang kita ketahui, anak kosan identik dengan pola makan kurang sehat dan suka makan mie instan. Padahal mereka adalah generasi investasi bangsa, terutama para remaja putri yang nantinya menjadi ibu di masa depan.

Tidak hanya mahasiswa atau pekerja tinggal di kosan yang biasa mengkonsumsi mie instan, bahkan ibu-ibu rumahan pun tak jarang yang masih suka memasak mie sebagai cara paling cepat untuk menyediakan makanan di rumah.

Mie instan merupakan makanan berbahaya untuk kesehatan karena mengandung bahan pengawet. Mie instan (termasuk ramen) cenderung tinggi sodium. Artinya, semakin banyak mengkonsumsi mie instan, semakin banyak asupan sodium yang dikonsumsi tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker perut, penyakit jantung, dan <span;>stroke<span;>.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, mie instan tidak hanya meningkatkan risiko kanker perut, akan tetapi juga masalah kesehatan lain, seperti sindrom metabolik yang ditandai gejala obesitas, tekanan darah tinggi, tingginya kadar gula dan trigliserida dalam darah, serta rendahnya kadar kolesterol baik high-density lipoprotein/HDL) dalam darah.

Selama tidak dikonsumsi berlebihan, mengkonsumsi mie instan sebenarnya bukan masalah. Terlebih jika memadukannya dengan makanan lain yang kaya nutrisi, seperti sayuran, telur, ikan, dan daging.

Penerapan Tri Dharma di dalam kampus memiliki tujuan kebermanfaatan, yaitu menciptakan generasi muda dengan kemampuan berpikir kreatif, inovatif, sekaligus mandiri. Optimalisasi pemanfaatan potensi lokal merupakan salah satu ide kegiatan kolaborasi untuk mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan dapat berupa pelatihan Mie DanSa yang merupakan bentuk keswadayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal berupa daun salam. Hal ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat dan pelatihan homemade tanpa menggunakan pengawet makanan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry