Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Cahyo Harjo Prakoso, saat memberikan keterangan pers di Surabaya.

SURABAYA | duta.co – Partai Gerindra Kota Surabaya merupakan tiga besar partai pilihan secara umum, berdasarkan hasil riset terbaru Surabaya Survey Center (SSC).

Berdasarkan data hasil riset terbaru SSC, Mulai Top of mind (6,0%), elektabilitas (8,6%), partai pilihan milenial (9,8%), partai pilihan perempuan (8,7%) dan partai pilihan nahdliyin (8,3%). Sedangkan urutan pertama adalah PDIP kemudian kedua disusul PKB.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya Cahyo Harjo Prakoso pun angkat suara.

“Survei adalah survei. Survei adalah sebuah data yang dikaji oleh para ahli yang di mana itu menjadi dasar kita dalam bergerak, dasar dalam berjuang dan berkoordinasi dengan seluruh pengurus,” kata Cahyo, Senin (23/1/2023).

Menurut Cahyo, hasil riset tersebut menjadi acuan sekaligus lecutan bagi para pengurus untuk memperbaiki kekurangan maupun mendorong agar bisa berbuat lebih baik kepada masyarakat.

“Kekurangan kita di apa itu akan kita perbaiki, kelebihan kita di apa itu akan terus kita push menjadi lebih baik,” tambahnya.

Berada di posisi ketiga hasil survei, perolehan Gerindra maupun PKB di Surabaya memang tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan PDIP.

Berdasarkan Top of Mind, Gerindra Surabaya masuk sebagai urutan ketiga dengan perolehan 6,0℅ setelah PDIP 41,7% dan PKB 7,7%.

Sementara dalam hal elektabilitas ranking pertama masih PDIP dengan 46,7%, diikuti PKB 8,7%, Gerindra 8,6%, Demokrat 6,3%, Golkar 5,0%, PKS 4,1%, Nasdem 3,6%, PAN dengan 1,8%, PPP 1,2%, Perindo dan PSI keduanya 1,1%.

Dari kalangan milenial, PDIP memuncaki pilihan dengan meraih 41,3%. Baru kemudian diikuti oleh PKB dengan 10,5% dan Gerindra dengan 9,8%, Demokrat dengan 6,7%, serta Golkar dengan 5,5%.

Sementara untuk partai pilihan perempuan, PDIP memuncaki pilihan dengan meraih 44,4%. Baru kemudian diikuti oleh PKB dengan 9,1% dan Gerindra dengan 8,7%, Demokrat dengan 7,3%, serta Golkar dengan 4,8%, PKS dengan 4,5%.

PDIP juga menjadi partai politik yang paling dipilih oleh kalangan Nahdliyin. PDIP berada di posisi pertama diikuti oleh PKB dan Gerindra di posisi kedua dan ketiga. PDIP meraih 48,9%, sedangkan PKB 9,4%, dan Gerindra 8,3%.

“Kalau misalkan angka-angkanya kok PDIP luar biasa ini, memang hasil di Pileg 2019 juga hampir sama seperti itu. Tapi ini menjadi lecutan bagi kami pengurus baru, kebetulan DPC Gerindra Surabaya memang baru 2-3 bulan efektif,” ucap Cahyo yang baru saja dilantik selama tiga bulan tersebut.

Oleh karena itu, survei tersebut akan menjadi penyemangat para pengurus khususnya para anggota fraksi untuk terus bekerja sama. Termasuk dengan memaksimalkan potensi sayap partai seperti keberadaan 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) di Surabaya yang baru saja dilantik.

“InsyaAllah apabila anggota fraksi kami amanah, dekat dengan rakyat, apalagi ditambah dengan ibu-ibu yang kita tahu emak-emak itu luar biasa dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, Insya Allah masyarakat Surabaya akan memberikan amanahnya untuk Partai Gerindra,” ungkapnya.

Lantas, apa saja kerja-kerja politik Gerindra Surabaya untuk mendongkrak elektabilitas dan menambah perolehan suara?

Jika dilihat berdasarkan data jumlah anggota Gerindra yang terdaftar di Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) KPU sejumlah 6000 orang. Namun, kata Cahyo, ia tak akan terpaku pada data semata.

“Kita di pengurusan baru tidak hanya ingin berdasarkan data saja, tetapi memang kadernya ada dan aktif terus memberi sumbangsih untuk masyarakat Surabaya,” tegasnya.

Menurut Cahyo, sebenarnya kerja politik itu sederhana. Gerindra akan selalu turun dan berbuat baik bagi rakyat.

“Sebenarnya itu saja, tidak terlalu muluk-muluk. Ketika kita bisa mengaplikasikan itu dengan amanah, dengan baik, efektif, efisien, Insya Allah masyarakat akan memilih Gerindra. Dan alhamdulillah Gerindra memiliki Capres yang kompeten, kapable yaitu Bapak H Prabowo Subianto. Ini akan terus mendongkrak elektabilitas,” jelasnya lebih lanjut.

Cahyo Harjo juga menargetkan 2024 nanti mampu menambah kursi legislatif  incumbent plus 1.

“Target kursi di legislatif incumbent plus 1. Kita ada 5 kursi tentu targetnya adalah 10 kursi. Tapi yang terpenting bukan hanya Pilegnya, yang terpenting bagi kader Gerindra adalah bagaimana 2024 Prabowo bisa menjadi presiden,” tegasnya.

Disinggung terkait caleg milenial, ia mengaku memang persentasenya  belum terlalu banyak.

“Alhamdulillah dari daftar memang tidak terlalu banyak, kalau dipersentase. Sebenarnya ketertarikan ada, tapi mungkin masih belum tahu informasi. Dikira pencalegan masih lama. Oleh karena itu kemarin kita sempat membuka pendaftaran Bacaleg,” kata Ketua Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso.(*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry