MAKKAH | duta.co – Kementerian Haji dan Umrah melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 mencatat terdapat 177 hotel yang akan ditempati jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah pada musim haji 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi.

Sektor 5 misalnya, membawahi 18 hotel. Ini akan ditempati jemaah di antaranya dari Ujungpandang dan Solo. Untuk memudahkan identifikasi lokasi, diterapkan sistem penomoran akomodasi berbasis sektor. Skema ini dirancang agar jemaah lebih mudah mengenali letak hotel tanpa harus menghafal nama yang umumnya berbahasa Arab.

Kepala Sektor 5 Wilayah Raudhoh, M Ikhsan pun gerak cepat (gercep) membagi tugas untuk melayani jemaah. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Petugas sudah menyebar sesuai tugas, menempati masing-masing pos, termasuk yang bersiap di hotel untuk menerima seluruh dokumen jemaah, bahkan ada tim piket untuk koordinasi dengan Daker Makkah,” tegasnya.

Pun kabar dari Madinah, sangat lancar. Kepala Sektor 5 Daker Madinah, Elfi Ryani, menjelaskan bahwa jarak dari kawasan sektor ini ke Masjid Nabawi hanya sekitar 500 meter. Aksesnya pun cukup sederhana, seperti di salah satu hotel di sektor 5, jemaah hanya perlu melewati Masjid Ghamamah sebelum akhirnya tiba di pelataran Masjid Nabawi.

Kementerian Haji dan Umrah RI sendiri telah memetakan kekuatan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah yang tersebar di lima wilayah strategis pada penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M. Wilayah tersebut meliputi Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah yang terbagi ke dalam sepuluh sektor operasional. “Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi berbagai jemaah berbasis embarkasi,” tegasnya.

Sektor 1, mencakup 32 hotel dengan nomor kode 101 hingga 132;  Sektor 2, mencakup 22 hotel. Wilayah ini juga berada di kawasan Syisyah yang sangat dekat dengan pusat kota;  Sektor 3, mencakup 19 hotel yang melayani dua wilayah sekaligus, yaitu sebagian Syisyah dan sebagian Raudhah; Sektor 4, mencakup 23 hotel. Di sektor ini sama seperti sektor 3, berada di antara kawasan Syisyah dan Raudhah;  Sektor 5, mencakup 18 hotel, berada di wilayah Syisyah;

Sektor 6, mencakup 13 hotel, berada di wilayah Jarwal;  Sektor 7, mencakup 17 hotel, berada di kawasan Misfalah; Sektor 8, mencakup 13 hotel dan juga berada di wilayah Misfalah; Sektor 9, mencakup 19 hotel yang juga berada di Misfalah; dan  Sektor 10, berada di Aziziyah hanya dengan satu hotel, tapi berkapasitas besar yang bisa menampung 21.500 lebih jemaah.

Antisipasi Dehidrasi Dibagi Oralit di Madinah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai membagikan masker dan oralit kepada calon jemaah haji Indonesia sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem di Tanah Suci. Upaya ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi serta gangguan kesehatan akibat suhu panas yang tinggi.

Pembagian dilakukan di sejumlah titik strategis, salah satunya di pintu masuk Masjid Nabawi, yang menjadi pusat aktivitas ibadah jemaah. Tim promosi kesehatan PPIH Arab Saudi menyebut suhu di Kota Madinah saat ini berkisar antara 33 hingga 35 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan pernapasan akibat paparan debu dan panas.

Siti Ratna dari tim promosi kesehatan PPIH Arab Saudi menjelaskan, pembagian masker dan oralit menjadi langkah preventif untuk menjaga kesehatan jemaah. “Kami mengedukasi jemaah haji Indonesia dengan membagikan masker dan oralit. Mengingat suhu di Madinah sekitar 33–35 derajat Celsius, ini untuk membantu menghindari debu dan paparan sinar matahari yang panas,” ujar Siti.

Menurut Siti Ratna, respons jemaah terhadap pembagian tersebut cukup baik. Ia mengaku merasa senang karena dapat membantu sesama jemaah asal Indonesia. “Masya Allah, saya sangat senang sekali karena serasa bertemu saudara satu bangsa,” kata Siti.

Imbauan Jaga Kesehatan

PPIH juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah, termasuk memperhatikan asupan cairan dan waktu istirahat. “Kepada jemaah haji Indonesia, agar menjaga kesehatan dan kondisi fisik. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ibadah saat kondisi sudah bugar,” jelas Siti, menambahkan.

Selain itu, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan diimbau segera menghubungi petugas kesehatan yang tersedia di setiap sektor sekitar Masjid Nabawi. PPIH Arab Saudi terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal selama musim haji. Dengan langkah preventif seperti pembagian masker dan oralit, diharapkan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.(net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry