SURABAYA | duta.co – Di era pandemi, tidak menghalangi empat dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam melakukan pengabdian masyarakat (pengmas).

Pengmas virtual itu dilakukan empat dosen Unusa masing-masing, Siti Nur Hasina, Dr Ima Nadatien, Iis Noventi dan dr Nur Azizah.

Pengmas ini membahas tentang Mewujudkan Gerakan Sehat Mental dengan BERAKSI. Ini dilakukan untuk mengatasi kecemasan remaja di RW 03 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes Surabaya.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Salah satu anggota Siti Nur Hasina menjelaskan, pengmas ini dilakukan untuk menjaga kesehatan mental remaja. Hasina menjelaskan, BERAKSI merupakan akronim dari berpikir positif, expresive writing therapy, relaksasi dengan terapi musik, adaptasi kebiasaan baru dan selektif terhadap informasi. “Dengan ini membuat remaja agar tidak bosan untuk taat protokol kesehatan serta banyak remaja yang bosan di rumah,” terangnya.

Salah satu peserta Aldi Permana mengaku senang dengan webinar yang dilakukan dosen dari Unusa. Kebijakan sekolah dari rumah dengan sistem online hingga diberi tugas terus menerus, serta mau bermain tidak dapat izin dari orang tua, dan semua kegiatan dibatasi, membuat dirinya merasa cemas.

“Adanya pengabdian masyarakat ini, bukan hanya remaja yang menerima manfaat tetapi para orang tua juga senang dan tidak khawatir tentang anaknya dan tetap menjaga protokol kesehatan,” terang Aldi.

Aldi merasa bisa merefresh dengan pembekalan dari dosen Unusa. “Cara membawakannya tidak membosankan jadi kami remaja sangat senang dengan pengertian yang diberikan,” ungkapnya. ril/hms

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry