
SURABAYA | duta.co – Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di Jawa Timur digelar di Taman Mundu, Tambaksari Surabaya, Selasa (23/9/2025).
GPMS ini dihadiri Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Gubernur Jawa Timur Khofifah, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, jajaran Satgas Pangan dan TNI Polri.
Dirut Bulog, Ahmad Rizal mengatakan GPM Serentak ini digelar di 828 titik di seluruh Jawa Timur yang dipusatkan di kantor kecamatan, Polsek dan Kodim. Di masing-masing titik, Bulog menyiapkan 3 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kecuali di Surabaya disiapkan 10 ton. Sehingga totalnya 2.494 ton untuk GPMS Jatim ini.
“Harganya Rp 11 ribu/kg di zona satu, Rp 11.300/kg di zona dua dan Rp 11.700/kg di zona tiga dengan harga eceran tertinggi Rp 12.500/kg. Dan masyarakat hanya boleh membeli 2 pax atau 10 kg per orang,” ujar Ahmad Rizal.
Selain beras, Bulog juga menyalurkan 10.526 liter minyak goreng dan 3.285 kilogram gula dalam GPM kali ini. Total kuantum beras SPHP yang digelontorkan untuk GPM Jawa Timur serentak ini juga mencapai 2.491 ton, jumlah tertinggi di tingkat provinsi seluruh Indonesia.
Dikatakan Ahmad Rizal, GPM Serentak ini untuk tingkat provinsi digelar pertama oleh Provinsi Jawa Timur. Ini bisa dicontoh provinsi lain di seluruh Indonesia.
Dengan gerakan ini, kata Ahmad Rixal bisa menyetabilkan harga beras sesuai HET, menjaga pasokan dan daya beli Maksud penyaluran. Stabilitasi harga beras sesuai HET, menjaga pasokan dan daya beli serta keterjangkauan harga, juga untuk mengendalikan inflasi di masing-masing daerah.
Gubernur Khofifah mengaku Jawa Timur adalah salah satu lumbung padi nasional. Surplus beras bisa mencapai 1,6 juta ton. “Semua diserap gabahnya melalui Bulog, namun mengapa berasnya susah untuk diturunkan kembali ke masyarakat.

Khofifah mengaku sering kali pedagang di beberapa daerah mengeluh padanya tidak ada stok untuk beras PSHP. “Kecuali di Surabaya PSHP melimpah. Tapi kalau di darah lain tidak tersedia. Jadi kami mohon agar merata di seluruh daerah,” katanya.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan beras PSHP harus tersedia di semua daerah tanpa terkecuali. “Jangan sampai ada keluhan dan teriak-teriak lagi kelangkaan beras PSHP. Kita bantu masyarakat agar mereka tidak kesulitan mendapatkannya,” tandas Amran.
Amran menambahkan bahwa pemerintah pusat telah meminta Bulog membuka akses penuh agar masyarakat dapat menikmati beras dengan mudah dan cepat. Ia juga menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah diharapkan bisa dibuka setiap hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat.
“Kami minta Bulog buka 24 jam, dan jangan dipersulit. Bupati dan wali kota yang ingin mengambil beras jangan dibatasi, supaya rakyat bisa merasakan langsung kehadiran negara,” tambah Mentan.
Tidak hanya itu, Mentan Amran juga menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian sangat luar biasa, yang tercermin dari peningkatan anggaran, program bantuan, hingga langkah penguatan dari hulu ke hilir yang telah membuahkan hasil signifikan. Sampai hari ini Indonesia tidak melakukan impor beras, bahkan stok beras nasional telah mencapai 1,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan.

“Karena di saat kondisi pangan dunia tidak baik-baik saja, Indonesia justru mampu menjaga ketahanan pangan dengan baik. Harapannya, dari target empat tahun yang ditetapkan Presiden, kita upayakan Indonesia bisa mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya.” kata Amran.
Mulyati, salah satu warga Surabaya mengaku senang dengan adanya GPM Serentak ini. Dengan kegiatan ini, dia bisa membeli beras dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran. “Biasanya harganya Rp 60 ribu sampai Rp 62.500 per 5 kilo, tapi di sini hanya Rp 55 ribu. Lumayan selisihnya. Selain itu berasnya enak kok, seperti beras premium,” ujarnya.
Di pasar murah ini, dia dan suaminya, Ahmad Lutfi mendapatkan empat sak ukuran 5 kg. Dia bisa membeli dua sak dan suaminya dua sak. “Bisa buat sebulan. Anaknya ada dua yang suka makan nasi, semeggo,” tukasnya. lis





































