PERIKSA SUHU : Pemeriksaan suhu tubuh penumpang bis di terminal. (reinno pareno/duta).

BOJONEGORO | duta.co – Kesiapsiagaan menghadapi virus corona, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, menyiagakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). “Dengan sebaran virus corona yang sekarang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Pemkab Bojonegoro membuat langkah antisipasi,” katanya, Senin (16/03/2020).

Dia meminta agar seluruh jajaran kecamatan dan pemerintah desa segera mensosialisasikan informasi yang tepat terkait virus corona atau biasa disebut covid 19 dengan baik dan benar.

“Jangan sampai menimbulkan kegaduhan dan kepanikan di masyarakat. Yang jelas, jangan panik dan tingkatkan kewaspadaan,” tegas bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini.

Dia mengimbau, mulai saat ini ASN dan pejabat negara termasuk anggota DPRD Bojonegoro untuk tidak keluar kota, kecuali hal yang sangat dibutuhkan sampai waktu yang tidak ditentukan.”Jika tidak penting dan biarkan, jangan keluar kota dulu,” tegasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dokter Ani Pujiningrum mengatakan mulai saat ini akan mensiagakan petugas untuk melakukan pemeriksaan atau pengecekan suhu menggunakan alat Infra red thermometer untuk para penumpang di Stasiun dan Terminal di Bojonegoro.

“Kita juga membuka posko corona di semua wilayah se Bojonegoro, yakni di dua puluh delapan kecamatan, yang berfungsi sebagai pusat media agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar tentang virus corona ini,” katanya.

Data Dinkes Bojonegoro menyebutkan, perkembangan kasus covid 19 di Indonesia hingga 14 Maret 2020 termasuk 96 kasus. Jumlah orang yang bertambah sebanyak 1013, positif corona sebanyak 96 orang, negatif corona sebanyak 917 orang.

Sementara di Jawa Timur sekarang ini masih tergolong negatif corona dengan jumlah orang yang bertambah sebanyak 18 orang, negatif corona 14 orang, proses pengambilan spesimen 4 orang. Sebanyak 10 dari 18 orang yang berbicara adalah orang dalam pengawasan, sedangkan 8 lainnya adalah pasien dalam pengawasan.

Sementara di Bojonegoro, hingga saat ini belum ada yang mencurigakan corona di Bojonegoro juga kasus konfirmasi corona di Bojonegoro. Data dari kedatangan warga Bojonegoro total 58 orang. Dari jumlah tersebut 23 orang sudah selesai menghitung selama 14 hari. Sementara 18 orang masih dalam pemulihan dan 7 orang sudah kembali ke Malaysia.

Sementara yang telah kembali ke daerah asal di luar Bojonegoro sebanyak 5 orang, yang belum ditemukan alamat 1 orang, yang dideportasi 3 orang, yang ditemukan dengan bantuan khusus mengenai penyakit paru paru 1 orang. rno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry