(ki-ka) CEO PaDi UMKM Jimmy Karisma Ramadhan dan VP Synergy Telkom Kuncoro Wastuwibowo meninjau stand PaDi UMKM Hybrid Expo Conference 2025 di Pakuwon Mall Surabaya Jumat, 1 Agustus 2025. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – PT Telkom dengan kekuatan platformnya kolaborasi dengan BUMN mengembangkan sebuah ekosistem yang dikembangkan secara digital melalui kolaborasi, sinergi, dan value yang bisa mencapai target nilai yang diinginkan.  Salah satunya dengan digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  agar lebih maksimal.

VP Synergy Telkom Kuncoro Wastuwibowo mengatakan sekarang kita ingin selangkah lebih maju, UMKM kita minta terus dikembangkan atau mengembangkan diri dengan cara pemanfaatan teknologi digital melalui teknologi seperti AI misalnya.

“Kita gunakan AI untuk memastikan rantai pasok atau supply chain yang mereka lakukan baik di sisi pembayaran maupun penjualan itu tidak dikontrol. Artinya mereka bisa mendapatkan bahan berkualitas, efisien,  mendapatkan market yang tepat sesuai produk mereka, harga yang sesuai nilai produk yang mereka buat,” katanya disela PaDi UMKM Hybrid Expo Conference 2025 di Pakuwon Mall Surabaya, Jumat, 1 Agustus 2025.

Kuncoro Wastuwibowo menambahkan para UMKM kita minta untuk aktif mengajak kerjasama dengan ekosistem digital untuk mengembangkan kapabilitas dan kompetensi mereka juga. selain dengan training, kita juga minta mereka memanfaatkan programprogram seperti Rumah BUMN, program pembinaan oleh BUMN yang sudah memanfaatkan AI.

“Kami juga mempersiapkan platform seperti data center, juga solusi yang langsung related ke ekonomi. Jadi berbeda dengan solusi-solusi global yang banyak ke AI siap pakai. Kita siapkan aplikasi AI yang khusus ke UMKM-nya untuk meningkatkan kondisi mereka.”

Berapa UMKM yang sudah didampingi Kuncoro Wastuwibowo mengatakan sebetulnya banyak angka total sampai 600 ribu. Yang gabung Padi sampai 200 ribu. Kenapa dibatasi? untuk Padi ini, kita kolaborasi dengan marketplace lainnya.

“Padi itu kita masukkan yang B2B. Artinya UMKM yang masuk itu sudah terseleksi dengan kualitas siap untuk melakukan pemasaran level industri. Memang yang nilai bisnisnya cukup bagus sekitar  50 ribu.”

Sementara CEO PaDi UMKM Jimmy Karisma Ramadhan mengatakan kegiatan pameran ini tahun kelima. Mulai tahun lalu kita coba konsepnya berbeda, bukan hanya bazar. Kali ini konsepnya sudah ada konferensinya juga, ada bisnis matchingnya juga.

“Dan untuk tahun kali ini nggak hanya di Jakarta, kita lakukan juga di Surabaya. Tahun lalu di Jakarta, nah kali ini kita pengen nggak hanya di Jakarta, tapi di kota-kota lain. Mudah-mudahan nanti ke depannya kita bisa menjaga kota-kota yang lain,” katanya.

Jimmy mengatakan  animo masyarakat meningkat  tren banyak orang sekarang mulai senang sama produk lokal. Jadi bazar seperti ini membuka peluang buat para UMKM yang ikut juga, bukan hanya pembeli, tapi UMKM yang ikut juga rata-rata memberikan feedback.

“Mereka mendapatkan transaksi langsung banyak di acara ini. Jadi mudah-mudahan bisa kita membangun terus dan kolaborasi dengan pihak yang lebih banyak. Produknya fashion, kerajinan, makanan. Tidak hanya offline disini, ada juga online-nya.”

Nah kalau online-nya itu merambah juga ke kebutuhan kantor, ATK, juga kebutuhan lain. PaDi kolaborasi dengan Kementerian BUMN juga BUMN-BUMN yang ada di Indonesia selalu mendukung acara seperti Pertamina, Telkom, dan Bank Mandiri yang menjadi sponsor kegiatan di surabaya kali ini. Pihak lain seperti Dekranas dan pemerintah daerah, Dinas Koperasi dan lain-lain itu selalu kita kolaborasi.

“Total UMKM yang ada di Padi saat ini sekitar 130 ribu dari seluruh Indonesia. Sampai akhir tahun, mudahmudahan bisa bertambah lebih banyak lagi menjual produknya di PaDi. Karena konsepnya kita kan sebenarnya marketplace yang mempertemukan pembeli dan penjual, tapi bedanya di sini kita mendorong penjualnya itu ke pasar.” Imm

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry