Deputy Executive Director of Taitra, Karen Pai (dua dari kanan) didampingi Director General of Taipei Economic and Trade Office in Surabaya, Benson Lin (dua dari kiri) saat temu media di Surabaya, Selasa (17/9). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Wisata halal mulai gencar ditawarkan Pemerintah Taiwan. Wisata halal itu meliputi berbagai hal, mulai dari penginapan (hotel, home stay dan sebagainya) hingga makanan halalnya.

Sehingga, tak mengerankan Taiwan sudah mulai berani menjual konsep halal itu ke berbagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, termasuk Indonesia.

Dari data yang diberikan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) ada 217 sertifikat halal yang dikantongi Pemerintah Taiwan. Yakni 85 sertifikat halal untuk restoran, empat untuk dapur halal, 29 untuk home stay, 89 untuk hotel dan 10 untuk leisure farm (wisata pertanian).

Deputy Executive Director of Taitra, Karen Pai mengatakan Pemerintah Taiwan menyadari potensi masyarakat muslim untuk bisa datang ke Taiwan.  Sehingga Taiwan harus menyiapkan diri. Apalagi saat ini, ada berbagai agama dan kepercayaan masyarakat Taiwan.

“Kita serius menggarapnya sehingga kami masuk peringkat ketiga, negara dengan halal tourism dari sebuah majalah pariwisata muslim. Ini langkah bagus untuk promosi lebih gencar,” tukasnya.

Karena itu, Taiwan pun dengan percaya diri akan memamerkan semua hal yang halal itu dalam sebuah pameran Taiwan Expo 2019 di Grand City Convex Surabaya, 26 hingga 28 September mendatang.  Di pameran ini akan hadir 180 exhibitor dari Taiwan dan menampilkan 190 booth.

Guna melakukan pendekatan ke pasar halal di Indonesia, banyak produsen industri makanan Taiwan juga telah mengantongi sertifikat halal.

Di dalam area halal pada pameran kali ini, ada t11 perusahaan yang telah mengamongi sertifikat halal. Contohnya (produk teh susu,  produk bubble instant dan makanan beku dan banyak lainnya.

Taiwan Expo ini menghadirkan enam industrl utama termasuk di dalamnya yaitu teknologi, pendidikan budaya dan pariwisata. Juga ada perawatan kesehatan, pertanian dan makanan halal. “Akan pula ditampilkan pusat antarisa nasional Taiwan, dan banyak lagi lainnya,” ungkap Karen.

Sejak 2017, Biro Perdagangan Internasional dan Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Kementerian Ekonomi telah mengadan TaiwanExpo di Jakarta selama dua tahun berturut-turut.  Pameran itu berhasil menarik 40.000 pengunjung dan telah menjembatani kesempatan bisnis ratusan juta dollar.

“Kali ini kita gelar di Surabaya. Karena Surabaya memiliki potensi bisnis yang sangat luar biasa,” tandas Director General of Taipei Economic and Trade Office in Surabaya, Benson Lin. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry