JOMBANG | duta.co – Cukai Hasil Tembakau (CHT) alias cukai rokok memiliki peran penting bagi negara. Pasalnya, keberadaan cukai rokok dapat meningkatkan pendapatan pemerintah. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Jombang, bersama Bea Cukai Kediri, menggelar sosialiasasi Peraturan Perundang-Undangan Di Bidang Cukai bersama masyarakat.

Kali ini, acara Gempur Rokok Ilegal digelar di pendopo kantor Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, pada Selasa (15/03). Selain melakukan pembinaan, kegiatan ini bertujuan memberikan pencerahan sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan rokok ilegal, khususnya yang ada di Kabupaten Jombang.

Acara tersebut dibuka oleh Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo Jombang, Wahyudi Sudarsono yang mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Budi Winarno dan dihadiri oleh Camat Tembelang, Agus Santoso dan Kepala Desa Kalikejambon, Ahmad Iswahyudi. Sementara, narasumber pada sosialisasi ini yakni, Hartoyo Mulyono dari Unit Penyidikan Bea Cukai Kediri.

Mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Budi Winarno, Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Wahyudi Sudarsono menyampaikan terima kasih kepada Bea Cukai Kediri atas kerjasama yang terjalin antara Dinas Kominfo Jombang dengan Bea Cukai Kediri selama ini.

“Mudah-mudahan kerjasama ini berlanjut di masa-masa yang akan datang. Dan terima kasih juga saya sampaikan kepada bapak/ibu yang hadir pada sosialisasi ini. Tujuan kami menyelenggarakan sosialisasi ini yaitu salah satunya memberikan pemahaman sekaligus wawasan tentang apa itu cukai, apa itu ciri-ciri rokok ilegal,” kata Wahyudi Sudarsono.

Sementara itu, narasumber sosialisasi, Hartoyo Mulyono dari Unit Penyidikan Bea Cukai Kediri mengatakan, sosialisasi yang diberikan meliputi ciri-ciri rokok ilegal maupun manfaat dari cukai.

“Kita kasih pengarahan kepada teman-teman di Kalikejambon bahwa cukai itu apa, kemudian apa fungsinya bagi negara, dan juga pengenalan-pengenalan rokok ilegal,” ungkap Hartoyo Mulyono.

Hartoyo Mulyono juga mengimbau kepada para pedagang rokok dan masyarakat agar tidak menjual rokok ilegal dan melaporkan kepada Bea Cukai ataupun kepada aparat desa setempat apabila mengetahui tentang adanya peredaran rokok ilegal.

“Ada hak negara yang tidak terpenuhi dari peredaran rokok ilegal. Di mana cukai adalah satu bentuk penerimaan negara. Dan rokok ilegal juga berpengaruh pada stabilisasi ekonomi. Di mana yang kita ketahui dari rokok ada teman-teman dari petani tembakau, ada pedagang-pedagangnya, yang nantinya bakal mempengaruhi jika rokok-rokok yang legal tergerus rokok-rokok yang ilegal, karena rokok ilegal lebih murah dari rokok legal, “tutupnya.

Terpisah, Kepala Desa Kalikejambon, Ahmad Iswahyudi berharap, sosialisasi ini bisa berkontribusi terhadap upaya-upaya penanggulangan terhadap peredaran rokok ilegal. Agar nantinya kebocoran cukai dapat diminimalisir dan tentunya penerimaan anggaran dari sektor pajak semakin meningkat.

“Dengan sosialisasi seperti ini, kita juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat rokok ilegal atau rokok tanpa cukai merugikan negara juga melanggar hukum. Gempur rokok ilegal,” tandas Ahmad Iswahyudi, Kepala Desa Kalikejambon.

Di akhir acara, petugas dari Dinas Kominfo Kabupaten Jombang dan Bea Cukai Kediri juga memberikan sosialisasi tentang rokok ilegal secara ‘door to door’ kepada sejumlah pedagang rokok di sekitar Kantor Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. (dit/adv)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry