JAZZ IN CAMPUS: Musisi Jazz Indonesia Mus Mujiono saat tampil dalam road show Jazz In Campus yang dihelat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kampus ITS, Kamis (21/2/2019) malam. RIDHO/DUTA

SURABAYA | duta.co  – Riuh Tepuk tangan kagum ratusan mahasiswa mengiringi penampilan para musisi jazz top Tanah Air di Kampus Intitut Teknologi Sepuluh November  (ITS) Surabaya, Kamis (21/2/2019) malam.

Mereka seolah enggan berhenti mengikuti irama musik yang dilantunan para jazzer, dalam road show Jazz In Campus yang dihelat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Halaman gedung Fakultas Arsitektur, ITS Surabaya.

Maklum saja, musisi yang hadir ditengah-tengah mereka adalah salah satu musisi legendaris di Indonesia, Mus Mujiono. selain Nono, sapaan akrab Mus Mujiono, juga ada Pritta Kartika, Surabaya All Stars dan R.I.M.A (Barry Likumahuwa, Ryan Valentinus, DJ Faith, Ivan Saba). Lagu demi lagu yang mereka bawakan cukup menghipnotis para penonton.

Namun, hiruk pikuk tepuk tangan itu berhenti sejenak disela-sela penampilan musik. Para mahasiswa nampak serius mendengarkan materi tentang literasi keuangan yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Anggota Komisi XI DPR  Indah Kurnia.

“Siapa yang sudah tahu tentang OJK?”, tanya Indah Kurnia. Namun sayangnya, dari ratusan mahasiswa hanya 4 orang yang mengacungkan tangan.

Perwakilan OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur Mulyanto menjelaskan, OJK merupakan sebuah lembaga negara yang memiliki fungsi dan tugas dalam penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap industri jasa keuangan secara terintegrasi.

“Industri jasa keuangan yang masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diantaranya adalah Perbankan, Pasar modal, Asuransi, Dana pensiun, Lembaga pembiayaan dan beberapa lembaga jasa keuangan lainnya,”terang Mulyanto pada penikmat Jazz malam itu.

Ia mengatakan, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 21 Tahun 2011 yang dibentuk Komisi XI DPR. OJK merupakan lembaga negara yang sifatnya independen dan bebas dari campur tangan pihak lain dalam menjalankan tugasnya.

“Latar belakang pembentukan OJK adalah karena adanya kebutuhan dalam hal penataan beberapa lembaga pelaksana yang bertugas mengatur dan memberikan pengawasan di sektor jasa keuangan,” ungkapnya.

Herlambang juga berpesan pada mahasiswa supaya tidak segan-segan melaporkan jika ada konsumen yang dirugikan oleh industri keuangan melalui layanannya melalui telepon call center OJK. “Semua masalah terkait industri keuangan bisa langsung kontak ke 157 untuk mendapatkan solusi dari masalah yang ada,” paparnya.

Ketua Surabaya Entertainment Club (SEC), Indah Kurnia menambahkan, acara yang telah digelar keenam kalinya di enam kampus di Surabaya, sejak tahun 2018 ini bertujuan mengajak semua kalangan untuk dapat menikmati musik jazz, sekaligus menyosialisasikan kepada mahasiswa tentang literasi dan inkubasi keuangan.

“Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham betul tentang industri keuangan. Karena industri keuangan kan bukan hanya Bank saja, masih banyak lembaga lainnya untuk berinvestasi,” tegas Indah. rdo

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.