Para dosen Ilmu Komunikasi Unesa foto Bersama di tengah-tengah acara Ekspresi 2026 yang digelar di Ciputra World Surabaya. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pameran karya mahasiswa bertajuk EKSPRESI 2026 di Ciputra World Surabaya, Selasa–Rabu (6–7/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus publikasi puluhan karya mahasiswa yang lahir dari proses pembelajaran berbasis industri dan kreativitas.

Ketua pelaksana kegiatan, Khaerani, mengatakan bahwa pameran ini menampilkan karya mahasiswa semester tiga dan lima dari mata kuliah Desain Komunikasi Visual (DKV), Periklanan, Marketing Sosial, serta Studi Independen.

“Secara keseluruhan terdapat 30 stan yang menampilkan karya mahasiswa. Selain pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan tari, band, menyanyi, serta berbagai permainan interaktif,” ujar Khaerani.

EKSPRESI 2026 mengusung tema “Eksplorasi Kreativitas Karya Seni melalui Ruang Inovatif dan Interaktif”. Nama EKSPRESI merupakan akronim dari Eksplorasi Karya dan Seni Ilmu Komunikasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menampilkan berbagai konsep kreatif, termasuk proyek re-branding produk mitra serta hasil pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unesa, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.Kom., M.I.Kom., menegaskan bahwa EKSPRESI 2026 merupakan wujud nyata implementasi visi “Kampus Berdampak”.

“Mahasiswa tidak hanya memamerkan karya visual, tetapi juga menunjukkan kemampuan akademik dan profesional. Sejumlah mahasiswa bahkan telah berhasil menulis artikel ilmiah yang tembus jurnal Scopus, SINTA 2, dan SINTA 4,” kata Anam.

Ia juga menyebutkan bahwa karya mahasiswa DKV Unesa telah dipamerkan di 10 negara Asia, sementara karya audio visual mahasiswa memperoleh pendanaan riset dari BRIN, yang semakin mengukuhkan posisi Program Studi Ilmu Komunikasi Unesa dalam menyongsong akreditasi internasional.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIPOL Unesa, Dr. Harmanto, S.Pd., M.Pd., menyoroti produktivitas mahasiswa dalam menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Hingga kini terdapat sekitar 200 karya mahasiswa yang telah memiliki HKI. Ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Harmanto juga mendorong mahasiswa untuk terus konsisten menekuni industri kreatif. Menurutnya, sektor tersebut merupakan industri masa depan yang terus berkembang dan tidak lekang oleh zaman.

Pemilihan lokasi pameran di ruang publik seperti pusat perbelanjaan dinilai strategis untuk mendekatkan karya mahasiswa kepada masyarakat sekaligus pelaku industri. Ke depan, pihak fakultas berharap EKSPRESI dapat terus berkembang dan semakin terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran. (ekp)