MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) secara berkelanjutan menggodok Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dikemas dalam Workshop yang diikuti para dosennya, fakultas ini berkeinginan kuat mendongkrak riset dan inovasi pengajarnya. Dengan tujuan akhir, guna dapat meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing bangsa.

Seperti yang disampaikan oleh Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si, bahwa Workshop ini merupakan kelanjutan dari Penyusunan Kebijakan Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat fakultas ini. Dimana nantinya direncanakan akan terwujud Roadmap Penelitian di tiap Program Studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang.

“Roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi dasar bagi dosen kami dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat secara berkesinambungan,” ungkap Diana.

Dekan FEB Unisma yang dikenal inovatif ini menuturkan pula, penelitian dan pengabdian yang dimaksud ini mewajibkan memuat tiga komponen penting. Pertama bagaimana aktivitas penelitian dilakukan, kedua bagaimana aktivitas pada periode saat ini dilakukan, dan ketiga bagaimana aktivitas pada periode yang akan datang.

Fakultas ini sendiri memiliki Prodi Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah yang mengembangkan tema selaras dengan kelompok keahlian dosennya. Tentunya hal tersebut bersandar pada agenda riset 2017-2045 untuk mencapai visi Indonesia, yang bertema Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa. Dimana setiap Prodi diharapkan memiliki Roadmap dengan keunggulan masing-masing yang bersandar pada visi-misi program studi, fakultas, dan Unisma.

“Workshop ini kami harapkan dapat menjadi media transfer Knowledge dan menjadi Best Practice penelitan bagi dosen-dosen FEB Unisma untuk mendapatkan hibah riset dari berbagai lembaga pemerintah, juga hibah institusi, mandiri maupun kemitraan,” urai Diana.

Narasumber tunggal Workshop ini, pakar riset yang juga Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Esa Unggul Jakarta, Fachruddin Arrozi. Ia menyampaikan bahwa saat ini dikti meminta luaran dari penelitian dosen harus memberikan invensi yang sifatnya memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang berdampak sosial dan dapat menjadi nilai ekonomi. Dimana produk yang dihasilkan akan memberi revenue general thing kepada institusi, di universitas atau di fakultas.

“Setiap riset yang dihasilkan akan diikuti dengan pertanyaan inovasi apa yang dihasilkan,” ujar Fachruddin.

Pemateri ini menjelaskan pula, Roadmap ini tidak bisa berdiri sendiri untuk penelitian dan pengabdian masyarakat saja, namun harus ada inovasi sebagai tambahan untuk kegiatan utama. Pasalnya dalam satu kegiatan riset dosen-dosen harus dapat menyumbangkan lima manfaat untuk Prodi, fakultas dan universitas yang meliputi beberapa borang. Ia memberi contoh seperti borang akreditasi program studi, borang institut perguruan tinggi, borang peringkat penelitian, borang peringkat untuk pengabdian dan borang peringkat untuk inovasi.

“Meskipun sebagai dosen ekonomi, namun harus bisa menghasilkan paten yang dapat menghasilkan banyak luaran untuk mendongkrak peringkat institusi,“ pungkasnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry