Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi (baris kedua kanan) saat memberikan sambutan di acara Internasional Webinar bertajuk The Role and Challenge of Supply Chain Management in Pandemic Disruption Era”.

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA)  menggelar webinar international. Kali ini bertema “The Role and Challenge of Supply Chain Management in Pandemic Disruption Era” secara daring. Webinar ini diikuti dari berbagai negara dengan menggandeng peneliti  dari perguruan tinggi asing serta dari pihak industri yang menggeluti bidang Supply Chain.

Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi menyatakan, webinar ini sebagai upaya untuk memberikan wawasan keilmuan dan praktik bagi dosen, mahasiswa, serta masyarakat. Acara ini didukung oleh perguruan tinggi luar negeri dan perusahaan nasional yang memiliki reputasi dan good practice dalam implementasi Supply Chain Management.

“Revolusi Industri 4.0 mengakibatkan praktik bisnis harus  bertransformasi karena perkembangan teknologi yang demikian cepat. Hal ini juga mempengaruhi implementasi Supply Chain Management secara global,” ungkap Diana, Rabu (17/03).

Maka, imbuhnya, tiap perusahaan memiliki strategi menghadapi perubahan tersebut agar memiliki keunggulan kompetitif. Isu-isu seperti ini harus dipahami oleh akademisi, mahasiswa, peneliti agar mendapatkan insight dari sumber yang kompeten tentang  perubahan yang terjadi dalam dunia praktis. Tak dipungkiri, adanya revolusi industry 4.0 ditambah dengan pandemi covid turut mengubah tatanan bisnis perusahaan secara global.

Acara dipandu oleh Rahmawati MBA dan Dr Dwiyani Sudaryanti SE, Akt, CA keduanya dosen FEB Unisma.

Webinar ini menghadirkan Dr Zeiad Amjad Abdulrazzak Aghwan, Kepala Pengembangan Pusat Kajian Halal Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam. Dr. Mohd Fathi bin Abu Yaziz, senior lecturer Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universiti Malaysia Kelantan yang konsen di bidang Supply Chain Management. Juga Addin Jauharudin, Dewan Komisaris PT. Pos Indonesia, dan Dwi Wahyu Haryo Suryo, EVP dan Chief Supply Chain Management PT. Paragon Technology and Innovation.

Dr Zeiad Amjad menyampaikan, konsep ‘Halal Supply Chain’ untuk menjamin seluruh proses pengiriman barang dan jasa tidak tercampur produk haram. Dimana hal ini menjadi syariat Islam yang perlu diperhatikan secara menyeluruh.

“Penerapan konsep Halal Supply Chain secara global mengingat tidak semua negara memiliki pemikiran yang sama mengenai hal ini,” ujar Zeiad.

Sementara, Dwi Wahyu menyampaikan, pandemi covid-19 yang membawa perubahan dalam banyak aspek. Termasuk pada dunia industri yang harus lebih responsif dan kreatif, termasuk dalam hal Supply Chain Management yang terhambat adanya aturan pembatasan sosial akibat pandemi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, konsep VUCA yaitu (vision, understanding, clarity, agility) dan tiga pilar prioritas (adaptation, agility & resiliency, and innovations) sebagai solusi pengembangan bisnis di era pandemi.

Sedangkan Dr Mohd Fathi bin Abu Yaziz menyampaikan tentang hasil risetnya terkait Green Supply Chain Management di Malaysia. Ia menekankan terkait dengan pembangunan berkelanjutan dan manajemen lingkungan saat ini menjadi hal penting, mengingat kerusakan lingkungan yang semakin tidak terkendali. Dengan Green Supply Chain Management yang lebih ramah terhadap lingkungan dan tidak menambah kerusakan alam, menjadi hal penting untuk dikaji dan diterapkan dalam dunia industri.

Addin Jauharudin MM, memaparkan, kondisi bisnis logistik yang banyak terhambat terkait pandemi. Sehingga menjadi hal penting untuk mampu melakukan manajemen krisis sebagai respon terhadap adanya permasalahan. Yaitu pentingnya forecasting model dengan merencanakan opsi skema dan parameter yang biasa digunakan sebagai antisipasi beberapa skenario digitalisasi logistik.

Ia kemudian mencontohkan, seperti Cloud Logistics, Blockchain, analisis data dan beberapa opsi penerapan teknologi informasi. sebagai respon terhadap disrupsi dalam hal Supply Chain.

Acara webinar ini digelar dalam rangkaian Dies Natalis FEB UNISMA yang ke 40. Di mana ini merupakan program kegiatan yang ke 5 dari berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan hingga puncak peringatan yang jatuh pada 11 Juni 2021. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry