
JOMBANG | duta.co – Sebanyak 47 guru mengikuti Diklat Upgrading Guru al-Qur’an Metode Yanbua, Jumat-Sabtu (6-7/2). Acara digelar di Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) NU Al-Madinah Tambakrejo.
Para peserta berasal dari guru jenjang TK, SD maupun SMP. Baik guru al-Quran maupun pelajaran umum.
Kegiatan menghadirkan KH M Yahya Chusnan sebagai narasumber. Tampak hadir Ketua YPS KH Asyharun Nur dan Sekretaris KH Faizun Amir.
Ketua panitia, Ridwan, mengakui kegiatan digelar sebagai upaya peningkatan mutu kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam membimbing dan mengajarkan al-Quran. “Kegiatan ini juga sebagai sarana upgrading bagi guru al-Quran yang sudah mendapatkan syahadah dari lembaga Lajnah Muroqobah Yanbu’a di Jombang,” ujarnya.
Dia turut menyemangati rekan sejawatnya agar selalu bersemangat terus upgrade Ilmu. “Tanggung jawab seorang guru adalah belajar dan mengajar, saat guru berhenti belajar, maka saat itulah ia berhenti menjadi guru,” ujar Kepala SMPl Al-Madinah ini.
Saat membuka acara, KH Asyharun Nur menyampaikan agar seluruh guru di yayasannya dapat mengajar Al-Quran. “Dilakukan dengan fasih dan terus mengupgrade kapasitas dalam mengajar Al-Quran,” ujarnya.
Pelatihan ini juga melakukan sertifikasi melalui proses tahsih yang ketat. Bagi guru yang lulus tahsih akan mendapatkan syahadah (sertifikat) sebagai tanda bukti kompeten dalam mengajarkan Al-Quran.
KH. M Yahya Chusnan menyampaikan materi sejarah dan beberapa pesan tentang metode Yanbu’a sebagai salah satu metode membaca Al-Qur’an yang didirikan oleh KH. M. Ulil Albab Arwani dari Kudus. “Dalam memperdalam ilmu al-Quran hendaknya guru al-Quran bisa memberi contoh yang baik, selalu mendekatkan diri kepada Allah,” pintanya.
Dia juga mengajak para guru mendoakan anak didiknya supaya Ilmu sl-Quran dapat mudah diterima. “Kualitas bacaan al-Quran itu penting, harus baik dan benar, pengaruh terhadap ibadah sholat kita, kalau membaca Surat Al-Fatihah saja salah dalam melafadzkannya maka artinya juga akan berbeda,” jelasnya.
Padahal Al-Fatehah, lanjutnya, adalah salah satu rukun sholat. “Laalu bagaimana nasib sholat kita kalau salah dalam membaca rukunnya?” tegasnya. (rin)
Komtributor: Rini Yuli Lestari, guru SMPI Al-Madinah Tambakrejo





































