
SIDOARJO | duta.co – Luar biasa! Semangat warga Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dalam menyambut pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), tergolong luar biasa. Mereka sepakat membuat wadah baru. Bukan merevitalisasi atau mengembangkan yang sudah ada misalnya Koperasi Wanita (Kopwan), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) atau bahkan Bumdes yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah desa.
“Silakan! Ada tiga opsi. Membentuk baru. Melakukan revitalisasi yang sudah ada. Atau pengembangan yang ada. Yang penting sesuai instruksi presiden No 9 tahun 2025, (desa) wajib membentuk Koperasi Desa Merah Putih guna mendongkrak (percepatan) ekonomi di bawah,” demikian disampaikan Wiwik Srinivasa, Kepala Bidang Perekonomian mewakili Camat Krian, Ahmad Fauzi, SSTP, MHP, di Balai Desa Sidoarjo, Selasa (6/5/25).
Seperti diberitakan, Koperasi (Desa) Merah Putih ini dibentuk di tingkat desa atau kelurahan dengan tujuan mempercepat penguatan ekonomi desa melalui usaha kolektif berbasis kebutuhan lokal, seperti simpan pinjam, logistik, atau klinik desa.
Kepala Desa Sidorejo, Hery Sucipto Achmadi ST menyambut baik semangat warga dalam menggerakkan roda ekonomi (bawah) lewat KDMP. “Kami siap menfasilitasi. Hari ini, Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). KDMP adalah langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi grassroot, masyarakat awam yang berada di lapisan bawah,” terang Hery yang tengah siap berhaji ke tanah suci, tahun ini.
Kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi, ST, MM memberikan motivasi serta membeber urgensi KDMP bagi masyarakat desa. “Tujuannya sangat mulai, menggerakkan ekonomi masyarakat paling bawah. Secara nasional jumlahnya 80 ribuan. Di Sidoarjo sendiri harus terbentuk 346 KDMP. Setiap hari, 6 sampai 8 desa terbentuk. Tanggal 20 Mei ini, insyaAllah sudah selesai seluruhnya,” tegas Edi Kurniadi.

Menurut Edi, pengurus KDMP harus diisi orang-orang yang inovatif, kretatif dan amanah. Bisa menangkap peluang usaha dengan baik. “Kita tangkap peluang ini dengan baik. Ini sejalan dengan program pemerintah menyambut Indonesia Emas tahun 2045. Usahakan setiap KDMP miliki produk unggulan. Meski belum punya, tetapi, ancang-ancang itu harus sidah ada, kalau perlu masukkan dalam AD/ART,” sarannya.
Masih kata Edi, antusiasme warga ini harus menjadi pemantik semangat gotong royong. Jangan pernah pesimis. “Kami yakin dengan Koperasi Desa Merah Putih, maka, ekonomi desa kita akan bangkit, ekonomi berbasis desa itu, benar-benar terwujud,” terangnya. (mky)




































