Gus A'am dan tim Komite Khitthah 26 NU saat sowan Mbah Maemoen Zubair. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Seorang Ketua PCNU di Jawa Timur, Senin (14/1/2019) ngeshare video berjudul ‘Dukungan kyai said kepada jokowi @ Ma’ruf Amin Disampaikan Kepada Para Jemaah di Jakarta Islamic Center’ yang diunggah NU Channel tanggal 13 Jan 2019.

Video yang sudah ditonton 5 ribu lebih pemirsa ini, cukup mengejutkan. Isinya, ajakan Kiai Said Aqil Siroj (SAS) kepada warga NU untuk memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Ma’ruf. Lebih mencengangkan lagi, adalah keinginan Kiai SAS untuk menyeret NU ke ranah politik praktis dengan istilah Ashabul Qoror (menjadi pemangku kebijakan).

“Parah! Ini pelanggaran berat. Saya tidak habis pikir, bagaimana bisa seluruh pengurus NU diam. Apakah mereka tidak paham dengan keputusan kembali ke khitthah yang sangat monumental dan penting untuk ditegakkan. Saya akan tangisi para masyayikh yang masih mau meluruskan NU,” demikian H Agus Solachul A’am Wahib, cucu KH Wahab Chasbullah, salah satu inisiator berdirinya Komite Khitthah 26 NU (KK26 NU) bersama dzurriyah muassis NU yang lain kepada duta.co, Selasa (15/1/2019).

Menurut Gus A’am, indikasi pembelokan NU ini sudah terasa sejak Muktamar ke-33 di Jombang. NU hendak dijadikan tunggangan politik merebut kekuasaan. NU kemudian ‘disulap’ menjadi badan otonom partai. “Kalau kita mau mikir jernih, hari ini NU dijadikan ‘jongos politik’ oleh parpol. Ironisnya, Kiai SAS, Ketua Umum PBNU begitu bangga,” tegasnya.

Putra Menteri Agama RI ke-8 KH Wahib Wahab ini, berharap dalam halaqah IV KK26 NU yang akan berlangsung Kamis (17/1/2019) di PP Al Wahdah Jawa Tengah nanti, juga dibahas pidato Kiai SAS tersebut.

“Jika perlu dirumuskan bagaimana mengingatkan PBNU. Kita tidak bisa berharap kepada PCNU yang sekarang, kondisinya sudah wujuduhu kaadamih (adanya sama dengan tidak ada red.). Saya akan tangisi Mbah Maemoen untuk meluruskan NU,” tegasnya.

Dikirtik Banyak Pihak

Pidato Kiai SAS di NU Channel ini juga ditanggapi banyak warga NU. Selain pujian, juga banyak kritikan. @Abdul Halim misalnya memberikan komentar “pak yai kulo tanglet nge opo kontribusine jokowi buat NU pondok pesantren mandrasa sama buat TPQ lah opo alasane kita harus pilih jokowi.”

@Gjdhhxhhh Tghjg juga terang-0terangan menolak. “Maaf pak kyai kami dn smua kelurGA kami NU tp kami mau pak PRABOWO jd presiden jokowi cukup 1 periode aj.”  @Hamba Alloh 

Siap pak yayi saya coblos no 2 pAS tetep di hati.” Dan  @Abdullah Syukrul Ghani menjelaskan: “Kami menginginkan presiden yg amanah terhadab rakyatnya. Bukan presiden pesuruh partai. Hukum benar benar ditegakkan, tdk tebang pilih demi kepentingan golongan tertentu.

@Moch Akid lebih keras “biarin baca do.a kaya gledeg petir kalu hati dan basiroh mu dah ketutup ..tidak akan kabul liat saja kita buktiin do.a siapa yg di ijabah umat muslim atau ulama suu..tunggu tgl main nya ..”  @Minanur Rahman Astagfirullah… Doktrin ala nasrani yahudi”.  Sementara Bang Dhika mengkritisi NU Channel: “Channel ini harusnya NETRAL.” (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.