Asap tebal Gunung Semuru, ada yang meyakini munculnya sosok Bung Karno. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Jagat supranatural gempar. Bung Karno — Bapak Proklamator RI — disebut-sebut turun gunung memberesi republik yang dinilai karut marut.

Ada yang meyakini bayangan Ir Soekarno itu, terlihat di tengah asap Gunung Semeru yang meletus Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 17:24 kemarin.

“Gusti Allah sayang sama kita, sayang sama Nusantara, sayang sama Indonesia. Lihat! Bung Karno sudah diperintahkan turun benahi Indonesia, turun bersama asap Gunung Semeru,” begitu seorang supranatural di Jawa Timur kepada duta.co, Minggu (17/1/2021).

Menurut lelaki asal Probolinggo ini, tahun 2021, Republik Indonesia akan mengalami pembenahan serius. Ini lantaran sejumlah aspek kehidupan sudah jungkir balik. Orang pintar yang diharapkan menjadi penutun, telah gagal. Mereka justru sibuk menjadi penjilat. Ulama-ulama yang baik diangkat ke langit (diwafatkan).

“Hukum sudah tidak (lagi) tegak. Jurang perbedaan miskin-kaya, kian menganga. Ketidakadilan dirasakan masyarakat luas. Politik tidak bisa jadi panutan. Tidak ada yang mampu mengatasi. Disnilah Allah swt menunjukkan kuasa-Nya,” tegasnya.

Belum jelas, apa yang akan ‘dilakukan’ Bung Karno. Yang jelas, jagat medsos mulai dipadati (bayangan) sosok Bung Karno di tengah kepulan asap Gunung Semeru. Komentar netizen pun bermacam-macam. Ada yang mengaitkan dengan ramainya prediksi paranormal Mbak You, terkait suksesi kepemimpinan nasional.

“Awal tahun 2021 bencana alam akan meraja. Dari gunung yang erupsi akhirnya meletus. Ada di beberapa tempat dan ada yang tidak bisa keluar dari zona karena begitu tebalnya debu tersebut,” katanya mengutip PopMama.

Sabtu (21/11/2020), di bilangan Veteran, Jakarta Selatan, Mbak You mengungkapkan akan ada banyak bencana alam yang menimpa tanah air pada awal tahun 2021. Salah satunya adalah meletusnya gunung di lebih dari satu tempat.

Gunung yang tidak aktif pun akan mengeluarkan erupsi dan itu tidak hanya di satu tempat. Bahkan gunung di mana tempat itu dipakai wisata, juga akan mengeluarkan isinya. Ini warning serius bagi pejabat, penguasa Indonesia.

“Ingat! Sekali lagi, ingat. Sudah tidak diperlukan pejabat pencitraan. Indonesia hanya butuh pejabat ikhlas dalam perjuangan. Ingat kalimat ini!” tambah lelaki yang sering melakukan riyadhoh (lelaku) di tempat-tempat tertentu itu.

Kedholiman Merajalela
Gus Yasin sudah melaporkan Mensos Risma ke Polda Metro Jaya.

Tanpa larut dalam pandangan supranatural, Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN), Tjetjep Muhammad Yasin, melihat, bahwa, format Indonesia memang perlu dilakukan restart. Ibarat komputer, terancam macet berat.

“Sebagai praktisi hukum, saya melihat sudah kelewat batas. Kedholiman merajalela. Orang-orang pintar, para profesor sudah tidak sanggup bicara. Istilah saya, sekarang ini tidak cukup resolusi jihad, tetapi diperlukan revolusi jihad,” tegasnya kepada duta.co dengan nada serius.

Gus Yasin, panggilan akrabnya, kemudian menyontohkan kasus Habib Rizieq Syihab (HRS) dan Ustad Haikal Hassan (UHH). Dalam kasus ini, orang awam saja, tidak perlu mahasiswa hukum, bisa membaca ada kedholiman nyata.

“Ini jangan anggap remeh. Ini masalah serius. Oke-lah kalau FPI dibubarkan, itu domain pemerintah. Tetapi, memenjarakan HRS dalam masalah pelanggaran protokol kesehatan, ini kedholiman nyata. Apa dikira Gusti Allah tidak ada,” jelas Gus Yasin.

Sementara, jelasnya, Raffi Ahmad, Ahok dengan pelanggaran yang sama, tetap lenggang kangkung. “Lalu, di mana naluri para penegak hukum. Di mana hati pakar hukum? Serius! Dalam kasus ini, saya justru ingin gugat Polri dan presiden, minta pertanggungjawaban tentang keadilan,” tambahnya.

Contoh lain, tambah alumni PP Tebuireng ini, kasus Ustad Haikal Hassan yang dipolisikan gegara mimpi bertemu Nabi Muhammad saw. Ironisnya, laporan seperti ini diterima polisi. Sementara, saya laporkan adanya dugaan rekayasa menteri (Menteri Sosial Risma) soal gelandangan di Jakarta, tidak mendapat repons.

“Ironi dan ngeri. Ini keadilan macam apa? Padahal, seperti disampaikan Prof Mahfud MD, saat berkhotbah di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya — yang viral di medsos –kalau hukum sudah dipermainkan, tinggal tunggu kehancuran pemerintah. Hari ini kita saksikan itu,” urainya.

“Kalau insan supranatural membaca sama, ada ‘ruh’ Bung Karno turun gunung membenahi Indonesia, saya lebih melihat tanda-tanda kedholiman yang nyata. Bung Karno (BK) marah melihat ketidakadilan. Apalagi para profesor dan ulama sudah tidak peduli. Wamakaru Wamakarallah, Wallahu Khairul Maakirin,” pungkas Gus Yasin sambil mengutuip Ali-Imran: 54. Waallahu’alam. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry