GEDUNG MUSEUM NU di Kawasan Masjid Agung, tepatnya Jln Gayungsari Timur 35 Surabaya. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN), H Tjetjep Muhammad Yasin, mengaku kaget membaca kucuran dana Rp 9 miliar dari Pemprov jawa Timur untuk pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan.

Sementara, Museum Nahdlatul Ulama (NU), yang diresmikan almaghfurlah KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kawasan Masjid Agung, Jl Gayungsari Timur,  Surabaya, kondisinya kembang-kempis.

Museum yang selama ini menjadi jujugan para santri, peneliti, serta siswa-siswi dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat ini, kondisinya memprihatinkan.

“Cak Anam (Drs H Choirul Anam – Pendiri dan Dewan Kurator Museum NU red.) meminta PPKN untuk mengurusnya. Mumpung sekarang sepi karena corona, kita segera berbenah,” demikian disampaikan Gus Yasin, panggilan akrab H Tjetjep Muhammad Yasin kepada duta.co, Kamis (18/2/2021).

Menurut Gus Yasin, pemerintah, memang, mestinya punya kepedulian untuk membantu merawat Museum NU. Di sini barang-barang peninggalan para masyayikh tersimpan. Di sini pula anak-anak bisa belajar toleransi beragama. Ada kisah Banser Riyanto, korban Bom Gereja. Ada kisah Komita Hijaz dan surat balasan Raja Saud, dll.

Selama ini, jelasnya, perawatan mengandalkan infaq yang masuk, serta bhakti sosial organisasi kemasyarakatan. “Alhamdulillah! Kemarin ada 23 personel dari Club Taekwondo M45TER KICK yang membersihkan seluruh (3) lantai. Mereka asuhan Pak Muhammad Khirom dan Pak Yulian Musnandar. Beberapa waktu lalu, tim kebersihan PKS Jawa Timur. Terima kasih M45TER KICK, terima kasih PKS,” ucapnya.

Disinggung soal ramai dana bantuan pemerintah Rp 9 M untuk Museum SBY, Gus Yasin tempak malas menjawab. “Itu domain pemerintah daerah. Tetapi, Museum NU yang selama ini menjadi jujugan para santri, siswa-siswi, serta para peneliti dari berbagai negara, dalam catatannya, tidak merasakan perhatian tersebut,” tegasnya.

Seperti diberitakan, geger dana bantuan Rp 9 miliar untuk pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan menyerbu media sosial. Bahkan ada yang memancing para penguasa untuk menjawab, mana lebih bermanfaat: Apakah Museum SBY atau Bendungan Tukul (Pacitan) yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi?

Partai Demokrat pun ‘tersengat’. Ia menilai, isu dana bantuan Rp 9 miliar yang diberikan Pemerintah kepada Yudhoyono Foundation untuk pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani di Pacitan semestinya tidak dipersoalkan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan, hal itu mestinya dinilai sebagai apresiasi pemerintah atas berdirinya sebuah museum di daerah tersebut.

“Soal bantuan pembangunan sebuah museum bukan suatu hal yang patut dijadikan sebuah ‘isu’ namun justru suatu kewajiban sekaligus apresiasi pemerintah pada berdirinya suatu museum, yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah,” kata Renanda, Rabu (17/2/2021).

Renanda mencontohkan, pada tahun 2015, Pemerintah Pusat menjanjikan bantuan Rp 9 miliar untuk kelanjutan proyek pembangunan Museum Keris Solo. Ia pun mengungkit tahun 2016, Pemerintah Kota Blitar mengajukan bantuan anggaran dari dana APBD Provinsi Jawa Timur dan APBN untuk Museum Bung Karno. Oleh sebab itu, Renanda menegaskan bahwa bantuan yang diberikan untuk pembangunan Museum SBY dan Galeri Ani semestinya tidak dipersoalkan.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Pacitan Indartato membenarkan bahwa ada dana bantuan (Rp9 miliar) untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI. Namun, dana itu belum diserahkan ke Yudhoyono Foundation. Penyebabnya karena masalah administrasi.

“Alhamdulillah uangnya keluar. Keluarnya sesuai dengan peraturan Pemprov Jatim. Dan sampai hari ini uangnya belum diserahkan,” ujar Indartato saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021).

Gus Yasin sendiri mengaku tidak tertarik membandingkan manfaat Museum SBY dan Bendungan Tukul (Pacitan) yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi. “Yang jelas, sebagai penguasa pasti memiliki skala prioritas, mana lebih penting. Dan Museum NU yang sudah berdiri puluhan tahun tidak mendapat perhatian yang sama,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry